Kuliner Khas Timur Tengah Lezat yang Mungkin Belum Pernah Anda Dengar Sebelumnya

fesenjoon

TIMUR Tengah, tidak hanya kaya akan sejarah dan budayanya, tetapi di daerah ini juga terkenal dengan kuliner khasnya yang memiliki rasa kuat.

Beberapa kuliner khas Timur Tengah yang terkenal seperti kebab, nasi kebuli, falafel dan hummus. Hidangan tersebut sudah cukup mendunia, karena terkenal dengan cita rasanya yang begitu nikmat, dan restoran-restoran Timur Tengah dimana pun kerap menyajikan menu tersebut.

Namun, apa Anda pernah dengar makanan khas Timur Tengah yang di bawah ini?

  1. Fesenjoon

Fasenjoon merupakan kuliner asal Iran yang begitu populer di negara tersebut. Kuliner khas Timur Tengah ini memiliki cita rasa lembut, namun begitu kuat dengan rempah-rempah dan bahan segar.

Kuliner ini, termasuk makanan rebusan, yang terdiri dari potongan daging ayam yang dimasak sampai empuk, lalu dicampur saus yang terbuat dari kenari giling dan sirup delima yang kental. Makanan dimasak selama beberapa jam, sehingga saus meresap sempurna ke dalam potongan ayam.

Secara rasa, tak usah diragukan, rasa kenari yang gurih, berpadu dengan sirup delima yang asam manis, menjadikan Fasenjoon memiliki rasa yang kaya.

Biasanya Fasenjoon disajikan bersama nasi kukus yang lembut, serta sesendok yogurt untuk mengimbangi rasa yang tajam.

  1. Ghoulal

Ghoulal adalah jajanan kaki lima yang berasal dari Maroko. Kuliner ini merupakan sup siput yang dibuat dalam pot perak besar, yang kehadirannya selalu ditunggu.

Siput yang digunakan adalah bekicot darat, yang direbus bersama cangkangnya dalam kuah kaldu gurih dan pedas, yang dibumbui dengan jintan, jahe, tarragon, dan biji adas.

Ghoulal
image by pinteres

Kuahnya memiliki rasa yang lembut namun hangat, sangat cocok disantap saat cuaca dingin. Siputnya dapat dikeluarkan dari cangkang dengan tusuk gigi.

  1. Shish Barak

Shish Barak adalah kuliner khas Timur Tengah lainnya, dengan varian yang ditemukan di Suriah, Lebanon, dan Irak. Masakan tradisional ini kerap disajikan untuk keluarga, maupun jadi menu favorit di restoran.

Hidangan ini terdiri dari adonan berisi daging cincang yang telah dibumbui dan dibungkus, mirip dengan ravioli atau pangsit di Indonesia. kemudian dimasak dengan yogurt alami yang kental. Yogurt dipanaskan perlahan-lahan agar tidak menggumpal, lalu dibumbui dengan mint dan bawang putih kering.

Shish-Barak

Hidangan yang dihasilkan, benar-benar unik, rasanya begitu lembut, dengan rasa khas yogurt panas kontras dengan rasa pedas dan tekstur pangsit yang renyah.

  1. Sabich

Sabich memiliki sejarah yang kaya dan multikultural, sekarang dianggap sebagai hidangan khas Israel. Sabich sebenarnya dibawa ke daerah itu oleh orang-orang Yahudi Irak, yang dahulu disantap pada pagi hari Sabat.

Kuliner tradisional ini merupakan makanan yang sempurna, terdiri dari terong goreng, telur rebus, kentang dan hummus atau tahini, semua dimasukkan ke dalam roti pita (roti khas Timur Tengah).

Sabich

Seiring waktu, Sabich mulai dijual di restoran-restoran sebagai makanan cepat saji. Bahkan, hidangan ini juga menjadi jajanan favorit di Israel.

  1. Mandi

Hidangan tradisional ini berasal dari daerah Hadhramaut di Yaman. Mandi adalah hidangan sederhana namun menggiurkan, yang terdiri dari kombinasi nasi, daging, dan rempah-rempah khas Timur Tengah.

Mandi

Daging yang digunakan, dimasak secara tradisional dengan tandoor, yaitu oven tanah liat khusus yang mengasapi daging untuk memberikan tekstur empuk yang lezat dan cita rasa khas panggangan.

Daging tersebut kemudian disajikan dengan nasi khusus yang telah dibumbui dengan kapulaga, kayu manis, kunyit dan cengkeh.

Karena hidangan ini begitu kaya rasa dan mewah, menjadikannya sebagai menu yang cocok untuk pernikahan, pesta, dan perayaan keagamaan.