6 Kuliner Khas Aceh yang Menggoda Selera

Mie-Aceh

PROVINSI dengan julukan “Serambi Mekah” ini dianugerahi keindahan alam yang luar biasa. Selain alam, budaya serta kulinernya juga tak kalah menariknya.

Seperti beberapa kuliner asal Aceh yang bercita rasa tinggi berikut!

  1. Mie Aceh

Siapa yang tak kenal Mie Aceh? Sekali pun Anda belum pernah mencicipinya, tapi nama Mie Aceh begitu populer dikalangan pecinta kuliner.

Pada dasarnya, Mie Aceh sama seperti mie pada umumnya, hanya saja bumbu serta lauknya yang membuat makanan khas ini begitu lezat.

Selain lauk, Mie Aceh juga memiliki ciri khusus, yaitu ketebalan mie yang berbeda dari mie pada umumnya.

Di tempat asalnya, Mie Aceh disajikan dengan seafood seperti udang, yang dikombinasikan dengan irisan daging. Sehingga, rasa Mie Aceh begitu kaya dan menggoda.

Bagi Anda yang penasaran dengan rasanya, tak usah khawatir, karena penjual Mie Aceh sudah tersebar di mana-mana.

  1. Ikan Kayu

Di tempat asalnya, kuliner khas Aceh ini juga disebut “‘eungkot keumamah”. Makanan yang terbuat dari ikan tongkol ini, kerap dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung.

Yang mengejutkan, ikan kayu ini dapat bertahan hingga dua tahun lamanya. Itu berkat proses penjemuran maupun pemberian garam. Meski demikian, rasa khas ikan tongkol yang nikmat tetap melekat pada kuliner ini.

Ikan-Kayu

Menurut cerita, ikan kayu merupakan panganan dari masa perang. Karena perang yang berlangsung lama, masyarakat Aceh harus bersiaga menghadapi skenario terburuk, termasuk dalam hal pangan. Dari situlah ide pembuatan ikan kayu bermula.

Selepas perang, tradisi membuat ikan kayu masih terus berlangsung hingga kini. Itu karena kuliner ini memiliki cita rasa lezat, dan juga termasuk makanan yang tahan lama.

  1. Kuah Beulangong

Satu lagi kuliner khas Aceh yang mempunyai rasa menggoda, yaitu Kuah Beulangong. Biasanya, makanan ini disajikan pada hari-hari tertentu saja, seperti pada saat Hari Raya Idul Fitri.

Kuah Beulangong merupakan makanan berkuah yang terbuat dari daging sapi atau kambing, yang terendam dalam kuah Kari.

Kuah-Beulangong
image by kemendikbud go ig

Menurut tradisi, Kuah Beulangong hanya boleh dimasak oleh laki-laki saja. Proses pembuatannya pun cukup memakan waktu, serta cara memasaknya yang cukup rumit.

Agar menjadi empuk, daging harus dimasak selama 2 sampai 4 jam, dilengkapi rempah-rempah khas, serta dimasak dalam kuali besar “beulangong”.

  1. Sie Reuboh

Masih dengan bahan dasar daging, kuliner khas Aceh yang satu ini juga tak kalah lezatnya, yaitu Sie Reuboh.

Menurut masyarakat setempat, Sie Reuboh memiliki arti “Daging yang Direbus”. Yups, memang pada dasarnya cara memasaknya direbus sampai daging empuk, namun ditambah rempah-rempah lain, yang membuat hidangan ini bukan sekedar daging rebus biasa.

Tidak cuma daging sapi saja yang menjadi bahan utamanya, tapi juga dicampur tetelan dan lemak. Kuahnya pun terbuat dari beragam rempah seperti jahe, lengkuas, bawang merah, bawang putih, cabai dan rempah lainnya.

Sebagai penguat rasa, Sie Reuboh dimasak menggunakan cuka enau, yang selain membuat rasa lebih nikmat, tapi juga membuat daging lebih empuk.

Soal rasa, tak usah diragukan lagi! Penggemar asam dan pedas pasti ketagihan untuk menikmatinya!

  1. Bubur Kanji Rumbi

Hampir sama seperti bubur pada umumnya, kuliner khas Aceh ini memadukan bubur dengan topping daging maupun udang. Sayuran seperti seledri yang dirajang dan bawang goreng, juga turut mewarnai bubur ini.

Bubur-Kanji-Rumbi
image by cookpad

Satu lagi yang membuatnya berbeda dari bubur kebanyakan, yaitu penggunaan kapulaga hijau.

Biasanya Bubur Kanji Rumbi disajikan saat bulan Ramadhan, sebagai hidangan untuk berbuka puasa. Terutama disajikan di masjid-masjid, yang dibut oleh laki-laki.

  1. Ayam Tangkap

Ayam Tangkap merupakan salah satu kuliner yang cukup terkenal, tidak cuma di daerah asalnya saja, tapi di seluruh Indonesia.

Kuliner yang terbuat dari Ayam yang digoreng dengan berbagai macam rempah ini, memiliki cita rasa khas, yaitu rasa pedas berpadu dengan aroma dedaunan seperti wangi pandan.

Ayam-Tangkap
image by cookpad

Biasanya, Ayam Tangkap disajikan berdampingan dengan nasi gurih, alias nasi uduk. Itu membuat kuliner khas Aceh ini begitu digemari oleh segala kalangan. (Ivan Runa)

Editor : Budi Sarmun