Remaja Perlu Diedukasi Tentang ASI

kowpas-wonogiri1
BERDISKUSI : Ketua Tim Penggerak PKK Wonogiri Verawati Joko Sutopo berdiskusi dengan para pegiat KOWPAS di Radio Giri Swara Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Remaja-remaja calon ibu bisa menjadi salah satu sasaran edukasi mengenai pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI). Selain itu, ibu-ibu menyusui juga perlu diberi semangat dalam pemberian ASI eksklusif.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonogiri Verawati Joko Sutopo mengatakan, motivasi masyarakat terkadang bisa menurun. “Tetap bersemangat menghadapi realita di lapangan. Sebab, motivasi masyarakat kadang bisa menurun,” katanya saat talkshow dengan para pegiat Komunitas Wonogiri Peduli ASI (KOWPAS) di Radio Giri Swara Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini.

Menurutnya, KOWPAS bisa berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK dan dinas terkait untuk memberi edukasi dan semangat dalam pemberian ASI tersebut.

“Sebenarnya, untuk ibu-ibu memberikan ASI tidak ada masalah. Justru yang penting tindak lanjut setelah pemberian ASI eksklusif. Bagaimana ibu-ibu bisa memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang sehat dan bergizi. PKK dan KOWPAS bisa kolaborasi program. Nanti bisa dibicarakan, bisa dikomunikasikan dengan dinas terkait,” ujarnya.

Edukasi kepada masyarakat hendaknya bisa tepat sasaran. Dia mencontohkan perlunya mengedukasi remaja-remaja calon ibu. “Harus diinformasikan kepada mereka tentang pentingnya ASI,” imbuhnya.

kowpas-wonogiri2

Talkshow itu juga diikuti Ketua KOWPAS Ruslina Dwi Wahyuni, Sekretaris Mami Eva Novayani, Divisi Hukum Anggraini Puspita Sari, Divisi Komunikasi Nadhiroh serta Divisi Edukasi Adik Rista Atria dan Mutia Azizah.

Ketua KOWPAS Ruslina Dwi Wahyuni mengatakan, komunitas itu terbentuk pada 7 Agustus lalu. Program kerja mereka antara lain memberikan edukasi mengenai pentingnya ASI.

Salah satu kegiatan yang telah dilakukan adalah membangun sinergi dengan sebagian warga Lingkungan Pencil, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, baru-baru ini. Kegiatan itu dihadiri ibu-ibu, nenek-nenek, hingga remaja lajang. “Supaya berhasil memberikan ASI eksklusif, ibu menyusui butuh dukungan semua pihak,” katanya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun