Gunung Kelir Suguhkan Sunrise dan Sunset Menawan di Wonogiri

objek-wisata-kelir-wonogiri1
MATAHARI TERBIT : Pengunjung menikmati keindahan matahari terbit di Gunung Kelir, Dusun Tekil, Desa Sembukan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Kabupaten Wonogiri menyimpan banyak potensi wisata yang menarik. Salah satunya Gunung Kelir di Dusun Tekil, Desa Sembukan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri. Dari Puncak Kelir, pengunjung bisa menyaksikan panorama matahari terbit maupun tenggelam.

Suyadi dan Amini, warga Dusun Tekil RT1 RW7 Desa Sembukan, Kecamatan Sidoharjo mengungkapkan, setiap Sabtu, Minggu atau hari libur, puncak tersebut dipadati puluhan pengunjung. Alhasil, rumah mereka yang berada dekat dengan Gunung Kelir dipenuhi kendaraan para pengunjung. “Setiap hari selalu ada orang yang naik. Kalau Sabtu dan Minggu pasti ramai,” kata Amini.

Baca : Belajar dan Bermain di Kampung Cerdas Mojolegi

Beberapa pengunjung sengaja naik ke Puncak Kelir untuk melihat sunrise (matahari terbit) atau sunset (matahari tenggelam). Bahkan, beberapa pengunjung rela naik gunung sebelum shubuh agar dapat menyaksikan sunrise dari puncak Kelir.

Desa Sembukan berjarak sekitar 20 kilometer di sebelah timur Wonogiri kota. Pengunjung dapat memarkirkan kendaraannya di rumah milik Suyadi. Selanjutnya, mereka berjalan kaki menuju puncak Kelir dengan waktu tempuh berkisar 20-30 menit.

Sesampainya di Puncak Kelir, pengunjung bisa melihat wilayah Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, Gunung Lawu, hingga Waduk Gajahmungkur di kejauhan. Pada malam hari, kelap-kelip lampu di sebagian wilayah Wonogiri bisa terlihat dari Puncak Kelir.

Baca : The Sunan Hotel Solo Kembali Sabet Penghargaan dari Agoda dan Tripadviso

Jika beruntung, pengunjung dapat menyaksikan daratan yang diselimuti kabut pagi hari, sehingga menampakkan eksotisme tersendiri. “Kalau mau lihat kabut, biasanya pas musim hujan,” imbuhnya.

Puncak tersebut dinamai Gunung Kelir karena tebing gunungnya menyerupai kelir yang digunakan dalam kesenian wayang kulit. Konon, banyak dalang menjalani ritual di Gua Kelir yang berada tepat di bawah Puncak Kelir. “Kalau dilihat dari kejauhan mirip kelir lengkap dengan gedebog dan wayangnya,” ujarnya.

Gunung Kelir sebenarnya dibuka untuk wisata sejak tiga tahun silam. Namun, keberadaannya baru viral setelah lebaran lalu. Para pengunjung tidak hanya datang dari Wonogiri, beberapa dari mereka berasal dari Solo, Karanganyar, Sragen, Jawa Timur, Yogyakarta dan daerah lainnya. (Khalid Yogi)

Baca : Bandara Gibraltar, Bandara Paling Berbahaya di Dunia

Editor : Budi Sarmun