Datang dan Santuni Lansia, Cara Pegiat Sosial di Karanganyar Menyambut Hari Kemerdekaan

Komunitas-Pejuang-Sosial-Community
SANTUNAN : Koordinator PSC Marfuah Dwi Nuryanti menyerahkan santunan paket sembako pada salah satu pasangan lansia di Desa Sedayu, Kecamatan Jumantono, Kamis (13/8). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Pegiat sosial di Karanganyar, yang tergabung dalam komunitas Pejuang Sosial Community (PSC), punya cara tersendiri dalam menyambut HUT ke-75 RI.

Kamis (13/8), mereka menyambangi para lansia yang tinggal di Desa Sedayu, Kecamatan Jumantono. Di desa tersebut, banyak lansia yang ditinggal merantau oleh anak-anaknya.

Kegiatan itu juga sekaligus memperingati Hari Veteran Nasional, yang diperingati setiap 10 Agustus. Sebab, beberapa lansia tersebut adalah pejuang pada masa merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Baca : Biennale Bank Sampah, Kolaborasi DLHK dan Seniman, Produksi Sampah Capai 70 Ton Perhari

Produsen makanan / minuman berbasis bahan organik, Ijo Organik, digandeng dalam kegiatan tersebut. Para lansia mendapat santunan sepaket sembako, serta susu kambing etawa buatan Ijo Organik, untuk menambah asupan gizi.

Kepala Desa Sedayu Sunarso mengatakan, di desanya ada 107 orang lansia. Sebagian di antaranya hidup tanpa didampingi anak-anaknya yang merantau.

“Untuk membantu kehidupan mereka, ada program bantuan sembako dari desa. Apalagi pada masa pandemi Covid-19, perhatian terhadap mereka lebih ditingkatkan,” katanya.

Baca : Aneka Kreasi Seni Dipamerkan pada Biennale Bank Sampah

External Relation Ijo Organik Khusnul Amalin mengungkapkan, kaum lansia menjadi salah satu sasaran kegiatan bakti sosial (baksos) yang diadakan di masa pandemi ini.

“Imun lansia kan cukup rentan, karena faktor usia. Kebetulan, kami memiliki produk susu kambing etawa organik, yang kandungan gizinya bagus untuk lansia,” tuturnya.

Koordinator PSC Marfuah Dwi Nuryanti mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap para lansia, dalam menyambut hari kemerdekaan. “Kami datangi mereka yang sudah sepuh-sepuh. Sebagai bentuk perhatian dari generasi muda terhadap pendahulunya,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

Baca : Di Tengah Pandemi, Guru SD 3 Sukoharjo Tanam 700 Batang Tanaman

Editor : Budi Sarmun