Di Tengah Pandemi, Guru SD 3 Sukoharjo Tanam 700 Batang Tanaman

sdn-sukoharjo-wonogiri
EMERIKSA TANAMAN : Yudo Tri Kuncoro, kepala SD 3 Sukoharjo, Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri bersama para guru memeriksa tanaman yang mereka budidayakan di halaman sekolah tersebut, Rabu (5/8). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com– Para guru SD 3 Sukoharjo, Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri menanam sekitar 700 batang tanaman produktif di halaman sekolah mereka. Hal itu dilakukan untuk mengisi waktu di sela kegiatan belajar dalam jaringan (Daring) selama pandemi virus corona (Covid-19).

Kepala SD 3 Sukoharjo Yudo Tri Kuncoro didampingi guru Deni Suseno mengungkapkan, penanaman itu dimulai awal Juni lalu.

 “Kami menanam dengan tujuan agar saat murid-murid masuk sekolah nanti, tanaman tadi dapat menjadi bahan pembelajaran,” kata Yudo, Rabu (5/8).

Mereka menanam sekitar 700 batang tanaman. Antara lain cabai, terong, seledri, dan tomat. Para guru menanam dengan polibag yang ditata dalam rak bertingkat.

Setelah tanaman berusia dua bulan, sebagian di antaranya sudah mulai berbuah. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda kebijakan belajar mengajar melalui Daring akan diakhiri. “Perkiraan kami, saat tanaman mulai berproduksi, anak anak sudah bisa masuk sekolah. Ternyata malah terjadi ledakan Covid-19,” ujarnya.

Dia menerangkan, ratusan tanaman tersebut bisa menjadi bahan pembelajaran mengenai penghijauan, kelestarian lingkungan, dan pemanfaatan lahan pekarangan. “Anak-anak bisa mengetahui bagai mana merawat lingkungan,” terangnya.

Deni menambahkan, pihaknya beberapa tahun lalu juga telah membagikan bibit tanaman sengon kepada sejumlah siswa. Respons siswa maupun para orang tua sangat bagus. Pohon yang mereka rawat sudah mulai tumbuh besar.

Ke depan, dia berkeinginan membagikan bibit buah-buahan kepada siswa. Hasil panen buah-buahan tersebut kemudian dikelola oleh siswa melalui koperasi. “Kami ingin menanamkan, bahwa menjalankan usaha itu tidak sekadar bersaing. Tetapi saling bekerja sama,” katanya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun