Hadapi Pandemi, Sundoro-Yani Buka Toko Roti

Ndoro-Pizza-Cake-and-Bakery
USAHA BERSAMA : Sri Mulyani, owner Ndoro Pizza Cake and Bakery, memperlihatkan produk pizza yang menjadi andalan tokonya, Senin (3/8). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Pandemi Covid-19 yang hingga kini belum berakhir, tak membuat pasangan suami istri Sundoro Budi Karyanto-Sri Mulyani pasrah pada situasi.

Justru di saat pandemi, pasangan ini malah berkreasi dan berani membuat terobosan, dengan membuka gerai Ndoro Pizza Cake and Bakery.

Yang menarik, karyawan dari toko roti tersebut adalah mantan pegawai pabrik roti, yang dirumahkan akibat pandemi Covid-19. Gerai offline Ndoro Pizza, secara resmi dibuka Senin (3/8), dengan berlokasi di tepi Jalan Lawu, kawasan Beji, Bejen.

Sri Mulyani, owner Ndoro Pizza menuturkan, usaha itu diawali sebelum Lebaran 2020, dengan memproduksi roti kering. “Yang mengerjakan tetangga, yang punya keahlian membuat roti. Tapi pabrik tempatnya bekerja terkena dampak pandemi, sehingga dia dirumahkan,” jelasnya.

Sadar bahwa mereka punya keahlian, Yani pun merangkul mereka dengan bersedia memodali usaha. “Awalnya saya belikan alat-alat produksi, agar mereka bisa berproduksi. Bikin roti kering, saya pasarkan sendiri lewat status Whatsapp. Ternyata diterima pasar dengan baik,” tuturnya.

Bahkan omzet di awal usaha, meski baru rintisan, terbilang cukup tinggi. Dari situlah, Yani bersama suami, memberanikan diri untuk melebarkan usaha dengan membuat roti basah dan membuka gerai untuk memudahkan akses pemasaran.

“Agar berbeda dengan toko roti yang lain, kami membuat produk andalan berupa pizza. Dengan harga yang terjangkau, namun kualitas tidak murahan, kami optimistis produk kami bisa diterima konsumen,” tuturnya.

Yani mengaku, usaha tersebut bukan sekadar untuk mencari keuntungan. “Tapi lebih pada memberdayakan mereka yang terkena dampak pandemi. Ini usaha bersama,” ujarnya.

Disinggung soal nama Ndoro sebagai brand produk, Yani mengaku, kata itu diambil dari nama suaminya, Sundoro.

“Biar mudah diingat. Sekali membaca, langsung nyanthol. Nama Ndoro juga jarang dipakai sebagai brand produk,” imbuhnya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun