Tanah Kas Desa Disulap Jadi Kebun Pisang, Lihat Penampakannya

KEBUN-PISANG-DESA-PRANGGONG-ANDONG
BERSIHKAN LAHAN: Dua petani membersihkan lahan di area kebun pisang Desa Pranggong, Kecamatan Andong. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowoo

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com –  Langkah kreatif dilakukan Pemerintah Desa Pranggong, Kecamatan Andong. Salah satunya menyulap tanah kas desa menjadi kebun pisang.

Sebelumnya, tanah kas tersebut tak ada penggarapnya. Pasalnya, di musim kemarau, tidak ada air yang menunjang usaha pertanian. Desa tersebut merupakan kawasan tadah hujan. Praktis, saat kemarau selalu kekurangan air untuk irigasi.

Melihat kondisi tersebut, Kades Pranggong, Wagimin merasa prihatin. Dia pun mencoba memanfaatkan tanah kas untuk ditanami pisang. Tahap awal dicoba menanam pisang di lahan seluas satu hektare.

Dia memilih menanam bibit pisang jenis pisang raja, kapok kuning dan Cavendish. Hal itu mengingat ketiga jenis pisang itu memiliki nilai jual tinggi. Pisang raja dan kapok kuning diburu warga, utamanya yang menggelar hajat.

“Sedangkan pisang Cavendish laku diekpor hingga mancanegara,” katanya.

Untuk penanaman, dia menggandeng petani yang tergabung dalam kelompok tani Tlutuh Nusantara Makmur. Hal itu bertujuan, agar para petani memiliki kegiatan di musim kemarau. Selain itu juga ingin mengangkat ekonomi para petani di Desa Pranggong.

Maka ribuan bibit pisang pun ditanam di lahan kas desa tersebut. Harapannya, nanti saat panen tiba, sudah memasuki masa atau bulan dimana masyarakat ramai menggelar hajat atau pesta perkawinan.

“Dengan catatan, pandemi Covid-19 sudah berlalu sehingga kegiatan masyarakat kembali normal. Saat itu, kebutuhan pisang tentu sangat tinggi dan harganya mahal.”

Bagaimana jika hasil panen tak terserap pasar karena pasokan melimpah ? Kades Wagimin meminta petani tidak khawatir. Dia berjanji akan membeli seluruh hasil panen jika tidak terserap pasar lokal.

“Nantinya, pisang hasil panen bakal saya kirim ke Jakarta dan kota besar lainnya. Selama ini, di sela tugas sebagai kades, saya juga nyambi jadi pedagang. Termasuk dagang pisang.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun