Warga Karaganom Kembangkan Urban Farming dan Budidaya Maggot

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Upaya meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dan melakukan pengelolaan sampah rumah tangga, mulai dirintis oleh masyarakat Dukuh Cabeyan RT 01/RW 01, Desa Gempol, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.

Mereka merintis perkebunan skala rumah tangga atau urban farming untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, berupa sayuran dan buah-buahan. Untuk pengolahan sampah, mereka mengembangkan maggot BSF atau lalat tentara hitam yang bisa mengolah sampah organik yang dihasilkan warga setempat.

Kedua hal tersebut menjadi topik utama yang dibahas dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Surakarta kepada Masyarakat Dukuh Cabeyan dan Sekitarnya.

Ada tiga pemateri yakni Dosen FEBI IAIN, Muhammad Fikri Mubarok, pakar pertanian organik dan pengolahan tanahdari Boyolali Samaji dan pegitan Bank Sampah Klaten Agus Mustawa mewakili DLHK Klaten.

Mereka memaparkan tentang, ‘’Perkebunan Rumah Tangga (Urban Farming), Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga Melalui Fermentasi dan Budidaya Maggot BSF (Lalat Tentara Hitam)’’. Acara diselenggarakan Minggu, 12 Juli 2020 di Dukuh Cabeyan RT 01/RW 01, Gempol, Karanganom, Klaten dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

‘’Acara ini bagus sekali, saat ini sudah mulai dikembangkan masyarakat Karanganom untuk meningkatkan ketahanan pangan. Kini juga sudah terbentuk kelompok budidaya maggot ’Bsfly Klaten’, semoga masalah sampah akan berkurang,’’ kata pegiat lingkungan, Danang Heri Subiyantoro.

Menurut Ketua Panitia Ahmad Mujahid, kegiatan berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan. Panitia menyediakan masker, hand sanitizer atau cuci tangan dan tempat duduk dengan penerapan phisical distancing. Kegiatan mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Klaten.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun