Senjata Biologis dan Kimia yang Berasal dari Masa Lalu

FOTO ILUSTRASI

DI dunia ini, peperangan kerap berlangsung dari waktu ke waktu. Tetapi motifnya tetap sama, yaitu ingin menguasai daerah atau sumber kekayaan tertentu.

Segala cara pun dilakukan untuk memenangkan peperangan, dari mulai mengatur strategi, hingga menciptakan senjata-senjata pemusnah yang efektif. Salah satunya memanfaatkan senjata kimia dan biologis.

Perang dengan menggunakan senjata kimia atau biologis, sebenarnya telah berkembang sejak lama. Beragam budaya menciptakan senjata mematikan dengan bahan serta efek yang berbeda-beda terhadap lawan. Seperti senjata kuno di bawah ini!

Panah Beracun

Tanaman adalah salah satu bahan alami yang digunakan untuk membuat senjata beracun, yaitu dengan cara memadukannya dengan panah.

Sejak dulu, Orang Yunani dan Romawi Kuno telah mengetahui banyak tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk pengobatan, tetapi pada dosis tinggi, tanaman tersebut justru akan berubah menjadi racun. Hal inilah mereka manfaatkan untuk membuat panah beracun.

Salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk membuat panah beracun adalah Hellebore, sejenis tanaman yang sebenarnya ditujukan untuk pengobatan, namun bisa juga digunakan sebagai racun pada dosis tinggi.

Efek yang dihasilkan tanaman ini seperti kram otot, kejang-kejang, delirium, dan serangan jantung. Sehingga, tanaman ini cocok untuk dijadikan sebagai racun untuk dioleskan ke anak panah.

Air yang Terkontaminasi

Selain untuk racun anak panah, ternyata tanaman Hellebore juga pernah digunakan dalam Perang Suci Pertama, sekitar 590 SM.

Yunani mengepung kota Kirrha dengan memutus saluran air yang menuju kota. Kemudian, mereka mengumpulkan banyak tanaman Hellebore yang ditempatkan pada sumber air.

Saat warga Kirrha mulai kehausan akibat terputusnya sumber air, akhirnya mereka menyambung kembali saluran air yang telah diputus Yunani. Karena sumber air untuk kota sudah terkontaminasi Hellebore, akhirnya penduduk yang meminum air tersebut banyak yang sakit dan begitu lemah. Hingga akhirnya, Yunani dapat mengambil alih kota tanpa perlawanan berarti.

Senjata dengan Racun Ular

Tidak cuma berasal dari tumbuhan, racun pada ular pun kerap digunakan untuk melapisi pedang dan panah-panah di masa lalu. Seperti yang digunakan orang-orang Harmatelian (yang sekarang adalah daerah Pakistan) dalam perang melawan Alexander the Great.

Mereka menggunakan racun yang berasal dari ular yang dibunuh dan dibiarkan membusuk di bawah matahari. Racun dari ular tersebut digunakan untuk melapisi senjata dan anak panah.

Efek dari racun ini begitu mengerikan, bahkan jika terkena dapat menyebabkan mati rasa, kejang-kejang dan dapat berujung pada kematian.

Ketapel Mongol

Ternyata, mayat manusia pun pernah dijadikan sebagai senjata biologis dalam sejarah perang. Pada 1346, bangsa Mongol mengalami wabah Bubonic di antara pasukan mereka. Tak butuh waktu lama sampai mereka menyadari bahwa siapa pun yang mendekati korban, akan terjangkit penyakit juga.

Akhirnya, mereka menggunakan jasad korban sebagai amunisi ketapel untuk dilemparkan ke kota Kaffa. Penyebaran penyakit bukanlah satu-satunya tujuan mereka dalam penggunaan senjata ini, tetapi efek psikologis yang ditimbulkannya pada pasukan lawan adalah demoralisasi.

Panah Berapi

Senjata yang menimbulkan efek terbakar sebenarnya sudah lama eksis, tepatnya sejak abad ke-9. Dahulu, pasukan perang telah mengembangkan panah yang dilapisi jerami dan dibakar, hingga jadilah panah berapi.

Namun, lama-kelamaan senjata ini pun mulai tidak efektif lagi, karena mudah sekali dipadamkan dan tidak mempan terhadap benteng maupun bangunan yang terbuat dari batu.

Akhirnya, racikan baru pun ditemukan, yaitu dengan mencampur pitch, semacam resin mudah terbakar yang berasal dari penyadapan pohon pinus. Efek yang dihasilkan dengan mencapur pitch pada panah lebih dahsyat dari sebelumnya, seperti lebih mudah terbakar dan juga lebih panas.

Selain untuk panah, ternyata pitch juga digunakan sebagai senjata pertahanan efektif, di mana pasukan pertahanan akan menyiram pitch kepada lawan yang akan meringsek ke benteng pertahanan, saat tersiram, barulah pitch disulut api yang menyebabkan kebakaran hebat.

Itulah beberapa senjata biologis dan kimia yang sudah digunakan sejak dulu sebagai sarana untuk menguasai dunia. Semoga bermanfaat! (ivan)

Editor : Budi Sarmun