Pentas Onlen: Ngrabuk Nyawa #2”, Hadirkan Congwayndut

congwayndut
FOTO/detik.com

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pada “Pentas Onlen: Ngrabuk Nyawa #2”, menghadirkan Congwayndut. Wayang kontemporer dengan kemasan komedi. Congwayndut hadir sebagai suatu upaya meregenerasi penonton wayang, sehingga wayang bisa diminati sekaligus dinikmati oleh kalangan generasi muda.

“Pentas Onlen Ngrabuk Nyawa #2” mengusung konsep yang lebih menghibur, cair dan kerakyatan. Hiburan yang menggembirakan sangat penting dalam menyambut persiapan kenormalan baru. Membangun optimisme untuk terus melakukan aktifitas produktif yang terbatas dengan tetap disiplin
menerapkan protokol Covid-19

“Nyudamala” akan diangkat sebagai lakon pementasan Congwayndut di Ngrabuk Nyawa #2. “Nyudamala” dalam bahasa Jawa dapat dimaknai sebagai suatu upaya untuk mengurangi dan menghindari wabah penyakit, baik dari luar maupun dari dalam diri manusia.

Dengan merespon kenormalan baru yang dicanangkan pemerintah, Congwayndut akan turut melakukan sosialisasi pesan kepada masyarakat, agar di masa kenormalan baru ini tetap berhati-hati dan waspada terhadap Covid-19, dengan cara selalu patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Program “Pentas Onlen: Ngrabuk Nyawa #2” akan ditayangkan secara live melalui kanal youtube Rumah Banjarsari dan kanal youtube Congwayndut Official secara bersamaan, kemudian akan tayang tunda di Kresna TV Jogjakarta.

Pada setiap penayangan akan dicantumkan alamat rekening bagi para penonton dan apresiator, yang ingin berpartisipasi membeli tiket online sukarela dengan cara transfer ke rekening yang tertera

Disamping menjual tiket online sukarela, kami juga menjual tiket untuk penontong offline (langsung) dengan harga tiket Rp.200.000 (duaratus ribu rupiah). Penonton langsung dibatasi hanya 30 tempat duduk yang diatur sesuai standart protokol covid-19. Seperti jaga jarak, pemakaian masker dan menyediakan tempat cuci tangan.

Penonton offline (langsung) dalam pagelaran ini merupakan suatu bagian dari pertunjukan itu sendiri. Sehingga diharapkan terjadi interaksi antara penonton dengan dalang dan para pemain Congwayndut.

Hasil yang diperoleh dari pertunjukan ini, akan digunakan untuk beaya produksi dan honorarium seniman maupun pekerja seni yang terlibat. Selain itu sebagaian juga akan disumbangkan buat kas Rumah Banjarsari, ruang publik dan seni yang dikelola secara swadaya dan gotong royong, yang saat ini sedang memerlukan bantuan dana untuk kembali memulai beraktifitas menyambut era kenormalan baru.

Program ini disamping bertujuan untuk melawan dampak sosial-ekonomi akibat pandemi (terutama bagi para seniman seni pertunjukan dan kru pendukung produksi seni pertunjukan) juga sebagai usaha menemukan format baru terkait kenormalan baru di bidang kesenian, terutama seni pertunjukan. (*)

Editor : Budi Sarmun