Merancang Semar Sandy-App, Imam Arifin menuju Pilmapres Nasional

aplikasi-sandy
FOTO DIRI : Mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Imam Arifin

SOLO,suaramerdekasolo.com – Mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Imam Arifin berhasil merancang sebuah sistem irigrasi berbasis teknologi untuk lahan pertanian pasir untuk daerah di sepanjang garis pantai.  Gagasan kreatif Imam bermula dari  permasalahan budidaya pada lahan pasir pantai.

Ia menyadari jika  lahan pasir pantai memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai lahan budidaya pertanian karena Indonesia memiliki panjang garis pantai mencapai 10,6 juta hektar dengan potensi luas lahan sebesar 10 persen atau 1.060.000 hektare. Akan tetapi, dalam mengelola lahan pasir pantai dihadapkan pada permasalahan seperti kemampuan menahan air yang rendah.

Baca : Budidaya Lele Bioflok bagi Disabilitas Karanganom dan Tulung, Klaten

Karena itu ia kemudian menggagas sebuah sistem irigasi berbasis teknologi yang diberinya nama Semar Sandy App. 

“Mengapa namanya Semar Sandy App,  karena Semar merujuk kepada Universitas Sebelas Maret sebagai almamater tercinta dan Sandy-App merujuk pada aplikasi untuk tanah pasir, ” kata Imam.  

Adapun Semar Sandy-App yaitu sistem monitoring irigasi lahan pasir pantai berbasis Internet of Things untuk mengukur kelembaban tanah dengan soil moisture sensor yang akan terhubung secara langsung pada aplikasi android pada smartphone melalui mikrokontroler. Dengan penggunaan aplikasi Semar Sandy-App ini memungkinkan pemberian irigasi di lahan berpasir pantai secara teratur dan kontinyu.

Baca : KKN UNS Era Pandemi dengan Bimbingan Belajar Online dan Edukasi tentang Covid-19

Debit air yang dialirkan juga relatif lebih kecil, dan efisien karena langsung pada zona perakaran tanaman. Aplikasi ini menggunakan irigasi bawah permukaan tanah (subsurface irrigation) melalui irigasi tetes (drip irrigation) yang terbukti efektif dan efisien mendukung pertumbuhan tanaman.

Atas ide kreatifnya itu, Imam berhasil menjadi wakil UNS untuk berlaga di Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2020.  

Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni FP UNS  Dr Agung Wibowo perjalanan Imam meraih prestasi tidaklah mudah. Dia memiliki semangat juang yang tinggi, pantang menyerah dan semangat untuk mengabdi. Hal ini ditunjukkan dengan inovasi aplikasi yang  sedang disiapkan untuk dilaunching.

Baca : Adaptasi Sebagai Kunci Menghadapi Situasi “New Normal”

Menurutnya, Imam  lahir dari keluarga sederhana. Anak ke-7 dari 8 bersaudara ini bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi almamater dan keluarga tercinta. Lahir 22 tahun silam di Purbalingga, Imam tumbuh menjadi mahasiswa yang berprestasi.

Dari catatan Bidang Kemahasiswaan  Fakultas Pertanian, prestasi Imam  diawali dengan memperoleh Beasiswa Bidik Misi, mengikuti berbagai kompetisi Nasional diantaranya Juara 1 Esai Nasional Universitas Bengkulu 2019, Juara 1 Esai Universitas Lambung Mangkurat 2019, Juara 1 Cerdas Cermat Universitas Padjadjaran 2019, Juara 2 Esai Nasional Universitas Negeri Semarang, dan pada tahun lalu mengikuti student exchange ke Universiti Malaysia Sabah, Malaysia pada program Asean International Mobility for Student (AIMS) selama 1 semester.

Saat ini, Imam sedang mengikuti berbagai berbagai program peningkatan kemampuan untuk persiapan menuju tingkat nasional.

Gagasan kreatif Semar Sandy-App sudah dalam bentuk aplikasi. Namun, aplikasi ini masih memerlukan penyempurnaan agar dapat diaplikasikan di lapangan.

Baca : Adaptasi, Kunci Bisnis Era New Normal

“Harapan saya semoga gagasan ini bermanfaat dan dapat dipergunakan oleh masyarakat umum,” kata Agung. (Evie Kusnindya)   

Editor : Budi Sarmun