Budidaya Lele Bioflok bagi Disabilitas Karanganom dan Tulung, Klaten

lele-sistem-bioflok-klaten

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Inklusi Center Karanganom – Bhakti Negeri (ICKK-BN) berkerja sama dengan PT. Tirta Investama Klaten menggelar program pengembangan pemberdayaan penyandang disabilitas dengan pelatihan budidaya lele sistem bioflok di Desa Kiringan, Kecamatan Tulung, Klaten.

”Di tahun 2020 ini, PT Tirta Investama memfokuskan program layanan bersama ICKK-BN melalui pengelolaan program alternative livelihood (penghidupan alternatif) bagi penyandang disabilitas dan keluarganya melalui budidaya ikan lele dengan system Bioflok,” kata Sustainable Development Manajer PT TI Klaten, Rama Zakaria.

Pengembangan bibit lele dengan sistem bioflok atau budidaya lele dengan cara pengolahan air yang difermentasi, sejumlah 1000 bibit per-bioflok tersebar 2 unit di Kecamatan Tulung dan 3 unit di kecamatan Karanganom.

Adapun dukungan yang diberikan berupa pelatihan keterampilan budidaya lele bioflok, pemberian perangkat budidaya, 6000 bibit ikan lele, pakan ikan dan fasilitasi pendampingan sampai pasca panen.

Dukungan perangkat bioflok yang diberikan berupa 5 unit set bioflok dan 10 unit perangkat Budidamber (budidaya ikan dan sayur dalam ember).

Masing-masing bioflok dikelola oleh 5 anggota penyandang disabilitas dan budidamber dikelola berbasis keluarga. Diharapkan dalam waktu 2,5 bulan para difabel dapat melakukan pemanenan ikan lele sebagai alternatif pemenuhan gizi dan juga tambahan pendapatan.

Kades Kiringan, Narwan Surana mengatakan, dukungan budidaya lele sangat membantu disabilitas desanya. Dari desa juga ada kontribusi 1 kolam. Dengan tambahan dukungan dari PT TI, maka kolam yang dikelola kelompok disabilitas menjadi 3 kolam beserta pakan dan perlengkapan lainnya.

Kades Jungkare, Kecamatan Karanganom, Wakhid Muhsin juga menyambu baik bantuan budidaya lele bagi kelompok disabilitas sebagai pionir atau percontohan bagi desa yang ada disekitarnya.

Sri Harjo sebagai penerima manfaat berharap, kegiatan tersebut dapat berhasil dan berguna bagi kelompok difamina (kelompok budidaya ikan disabilitas desa Jungkare). Mereka difasilitasi 3 kolam, dan 3000 ekor bibit lele serta ada pendampingan sampai panen nanti.

Kegiatan budidaya lele bagian dari program CSR untuk ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19 dengan tujuan mendukung perekonomian keluarga disabilitas. Ada 80 orang penerima manfaat dalam kegiatan ini,” kata Rama Zakaria.

Tebar benih ikan telah dilakukan Minggu (21/6) di Desa Jungkare dan Senin (22/6) di Tobol Wetan, Desa Kiringan, Tulung, Klaten. Acara dihadiri Camat Tulung Suyamto, Muspika Tulung, Kades, kelompok disabilitas, relawan ICKK-BN dan PT Tirta Investama – Aqua Klaten. (Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun