Pembelajaran Daring Bisa Dikembangkan Lebih Luas

ToT-Ragam
DALAM JARINGAN : Para peserta mengikuti pembukaan ToT Ragam Aplikasi Pembelajaran Jarak Jauh bagi Fasilitator Daerah Program Pintar Tanoto Foundation, Kabupaten Wonogiri, Kamis (16/4). (suaramerdekasolo.com/Dok)

WONOGIRI,suaramerdekadolo.com – Wabah virus corona (Covid-19) telah memaksa dunia pendidikan untuk menggunakan pola pembelajaran jarak jauh tersebut. Oleh karenanya, pembelajaran dalam jaringan (Daring) bisa dikembangkan lebih luas.

Guru harus kreatif dan pintar memilih platform yang paling cocok. Selain itu, harus kreatif dalam menyusun interaksi dan struktur materi sehingga sistematis dan terukur.

Koordinator Program PINTAR Tanoto Foundation, Nurkolis menerangkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Edaran (SE) no 4/2020 tentang pelaksanaan pendidikan pada masa darurat Covid-19. SE ini berisi arahan tentang penyelenggara pendidikan yang dilakukan secara jarak jauh.

Namun, banyak penyelenggara pendidikan yang belum memiliki pengetahuan dan kemampuan mumpuni dalam menggunakan teknologi untuk mendukung terlaksananya pembelajaran jarak jauh.

“Oleh karena itu, kami memfasilitasinya dengan mengadakan pelatihan,” katanya saat membuka Training of Trainer Ragam Aplikasi Pembelajaran Jarak Jauh bagi Fasilitator Daerah Program Pintar Tanoto Foundation, Kabupaten Wonogiri, Kamis (16/4).

Dalam pelatihan tersebut, peserta diharapkan dapat mengenali ragam aplikasi dan platform yang memiliki fitur layanan kelas online.

Hal itu dapat dimanfaatkan guru untuk mengunggah materi pembelajaran, penugasan sampai dengan penyelesaian soal-soal.

Peserta diharapkan memiliki pamahaman dan kemampuan untuk memilih aplikasi atau platform yang paling memungkinkan dan sesuai dengan kebutuhannya.

“Dalam jangka panjang, pola pembelajaran itu dapat dikembangkan lebih luas,” imbuhnya.

Dia menerangkan, dunia pendidikan kini dipaksa mengubah cara kerja dan cara belajar mengajar.

“Awalnya face to face, sekarang menjadi daring. Tidak ada pilihan lain kecuali jalan ini. Karena itu, guru harus kreatif dan pintar memilih platform yang paling cocok. Mereka juga harus kreatif dalam menyusun interaksi dan struktur materi,” terangnya.

Fasilitator daerah dari SDN 2 Bulusulur, Wonogiri, Hardiyanti mengatakan, dirinya terbantu menyikapi beberapa kendala pembelajaran akibat Covid-19. Yakni dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh menggunakan aplikasi yang lebih sesuai dengan kondisi.

“Pelatihan ini menjadi dasar untuk mempermudah guru dalam berinteraksi, mengirimkan tugas, rangkuman pembelajaran ataupaun evaluasi kepada siswa,” ungkapnya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun