Makanan Cepat Saji Mulai Diproduksi untuk Masyarakat Umum

ayam-bakar-wong-solo
CEPAT SAJI- Makanan cepat saji cukup dipanasi dengan bahan pemanas yang diproduksi oleh Ayam Bakar Wong Solo, dipraktikkan di KQ-5 Jalan dr Wahidin, Solo, Jumat (10/4). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pendiri atau owner Ayam Bakar Wong Solo, Puspo Wardoyo terus mengembangkan usahanya di bidang kuliner.

Setelah sukses membuka ratusan outlet, pengusaha makanan asli Wong Karangasem, Laweyan, Solo itu kini membuat terobosan baru yakni memproduksi kemasan Makanan Cepat Saji (Meal Ready To Eat).

Dimana produk makanan siap saji yang dibuat berupa nasi setengah matang, lengkap dengan laukpauknya dipacking dengan bahan foodgrade, sehingga jika makanan akan dimakan tinggal memanasi dengan alat pemanasnya.

Hanya membutuhkan waktu selama 15 menit hingga 20 menit, makanan yang dipanasi sudah disiap untuk disajikan.

Makanan cepat saji yang memiliki lima rasa yakni rasa rendang, gudeg, ayam asam manis, ayam balado dan gulai ikan, merupakan varian yang sudah mendapat izin produksi setelah melalui uji kesehatan dari BPOM dan telah mengantongi sertifikat halal dari MUI.

”Makanan siap saji yang kami buat dapat bertahan selama satu tahun tanpa ada bahan pengawet,” jelas Puspo Wardoyo dalam penjelasannya, Jumat (10/4).

Makanan siap saji dengan label MRE ”MAKANKU” yang sehat dan higienis, cukup praktis untuk dibawa kemanapun pergi, lanjut Puspo Wardoyo, sangat cocok digunakan untuk perjalanan jauh, seperti haji atau umroh, traveling, naik gunung, hiking, bencana alam, camping dan kegiatan outdoor lainnya.

Bahkan makanan instan yang baru diproduksi resmi sejak Desember 2019 lalu di Cemani, Grogol, Sukoharjo itu, kata owner Ayam Bakar Wong Solo tersebut, secara resmi menjadi salah satu makanan yang digunakan bagi masyarakat Indonesia yang akan menjalankan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah tahun ini.

”Kami bersyukur, tahun ini PT Halalan Thayyiban Indonesia (HaTI) dipercaya Kemenag Republik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia yakni tiga hari sebelum dan dua hari sesudah ARMINA bersama beberapa vendor lainnya,” terang pengusaha sukses yang telah menyampaikan keinginannya untuk menyumbang makanan bagi para pemudik yang menjalani karantina di tiga tempat di Kota Solo tersebut.

Makanan siap saji dengan lima varian rasa, kata Puspo, rencananya akan diproduksi dalam jumlah besar dan dipasarkan secara umum seperti di pusat perbelanjaan, seperti supermarket dan lainnya. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun