Peduli Pemuda dan Potensi Desa Terbentuklah Pandu Desa Karanganyar

pandu-desa-karanganyar
FOTO : logo pandu desa

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com -Berangkat dari kepedulian terhadap pemuda dan potensi desa, sejumlah aktivis di Bumi Intanpari membentuk Pandu Desa 4.0.

“Saat ini kami tengah menyusun draft untuk didaftarkan ke notaris untuk mendapatkan akte pendirian,” kata Doni P, salah seorang penggagas, usai berdiskusi dengan sejumlah pendiri, Sabtu (21/3).

Kepanduan adalah gerakan pembinaan pemuda yang memiliki pengaruh di dunia. Gerakan kepanduan terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan, baik pria maupun wanita, yang bertujuan untuk melatih kecerdasan dan kecakapan pesertanya dan mendorong mereka melakukan kegiatan positif.

Tujuan ini dicapai melalui program latihan dan pendidikan nonformal kepanduan yang mengutamakan aktivitas praktis di lapangan.

Sementara Pandu Desa 4.0 adalah gerakan kepanduan yang menggabungkan pemberdayaan masyarakat dan desa dengan memaksimalkan penggunaan pemanfaatan dan teknologi informasi, literasi digital, dan diseminasi informasi serta pertukaran dan pemutakhiran data desa, sehingga menjadi informasi yang valid dan akurat.

“Seperti pengolahan data kependudukan, kemiskinan, pendidikan, informasi pemanfaatan dan potensi desa lainnhya,” kata Doni.

Yosep Heriyanto, penggagas lainnya, menambahkan, Pandu Desa nantinya tidak hanya pada pembinaan pemuda dengan sentuhan teknologi dan data, tapi juga melakukan pendampingan, pembinaan, dan pemberdayaan desa di segala bidang.

Seperti, bidang sosial, pemerintahan/birokrasi, pariwisata, umkm, dan potensi desa lainnya. Berbagai kegiatan telah dan akan dilakukan sebagai perwujudan pemberdayaan itu. Antara lain, penggalian potensi, pelatihan kewirausahaan, penyusunan pembukuan/keuangan, promosi, pameran, diskusi, dan lainnya.

Dengan banyaknya cakupan program kerja yang direncanakan, lanjut dia, tentu saja Pandu Desa membuka kesempatan masyarakat terutama anak muda di Karanganyar, dengan berbagai potensi yang dimiliki untuk bergabung menjadi relawan, agar program yang direncanakan bisa optimal hasilnya.

Kesempatan bersinergi dan berkolaborasi juga terbuka bagi lembaga-lembaga, baik pemerintah maupun swasta.

“Bahkan, sinergi dan dukungan lembaga pemerintah dan swasta dibutuhkan untuk memperlancar pelaksanaan program kerja. Demikian pula sebaliknya, Pandu Desa, dengan segala potensi sumber daya yang dimiliki juga siap bersinergi untuk mendukung program pemerintah kabupaten,” pungkasnya.(Vladimir Langgeng)

Editor : Budi Sarmun