2020, Target Ekspor Ikan Capai 6,7 Miliar Dolar

kampanye-gemar-ikan-klaten
KAMPANYE GEMARI : Sekretaris Ditjen PDSPKP KKP, Berny Achmad Subki, anggota DPR RI Sunarna, Bupati Sri Mulyani makan ikan bersama pada Kampanye Gemar Makan Ikan di Bukit Sidoguro, Krakitan, Bayat, Klaten, Sabtu (14/3).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

*Corona Berdampak Keterlambatan Ekspor


KLATEN,suaramerdekasolo.com – Nilai ekspor produk perikanan RI tahun 2019 hampir mencapai 5 miliar US dolar, dan tahun 2020 ini ditarget bisa mencapai 6,17 miliar US dolar.

Ekspor terbesar adalah produk udang yang mencapai di atas 30 persen dari total ekspor, disusul tuna diurutan kedua.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan (Ditjen PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Berny Achmad Subki pada Kampanye Gemar Makan Ikan (Gemari) di Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Sabtu (14/3).

“Merebaknya wabah virus corona berdampak pada keterlambatan jadwal pengiriman ekspor produk ikan, tapi tidak terkait kualitas. Semoga tidak berkepanjangn dan kami tetap optimis nilai ekspor akan meningkat, karena potensinya sangat besar,” kata Berny.

Ekspor produk ikan terbesar ke Amerika Serikat, Uni Eropa dan Jepang, dan sekarang sedang menembus pasar Timur Tengah dengan produk udang dan patin. Ke depan cukup besar potensi ekspor ikan untuk menembus pasar Afrika dan Asia.

Untuk itu, KKP mengalokasikan anggaran sebesar Rp 700 miliar untuk peningkatan produksi. Skala prioritas pada budidaya udang yang masih menjadi primadona. Selain itu, akan dikembangkan budidaya ikan air tawar seperti lele bioflog dan patin serta rumput laut

Untuk peningkatan komsumsi ikan, KKP bekerja sama dengan Pemkab Klaten dan Komisi IV DPR RI menggelar kampanye gemar makan ikan dan tebar 40.000 benih ikan nila di Rawa Jombor. Kegiatan itu merupakan bagian dari pengembangan perikanan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Kami berusaha meningkatkan konsumsi ikan dengan melibatkan semua unsur masyarakat. Ini menjadi tantangan bersama karena kita punya potensi yang besar untuk peningkatan gizi dan peningkatan daya saing agar ekspor bisa tinggi dan meningkatan investasi,” tegas dia.

Berdasarkan data yang ada, 8 persen anak mengalami kurang gizi, 10,2 persen mempunyai badan yang kurus dan 30,8 persen anak mengalami stunting atau tumbuh kerdil. Hal itu bisa dicegah dengan makan makanan bergizi seperti ikan, ikan juga bisa meningkatkan kecerdasan anak.

Anggota Komisi IV DPR RI, Sunarna mengatakan kampanye Gemari untuk peningkatan konsumsi ikan bisa meningkatkan gizi masyarakat dan mencegah stunting pada anak. Hal itu diimbangi dengan peningkatan produksi.

“Sekarang budidaya ikan kadang terkendala harga pakan yang mahal, ini perlu pelatihan untuk buat pakan sendiri dari Dinas Pertanian, perlu pelatihan pengolahan sampai pengemasan. Masalah pemasaran bisa disiasati dengan mengolah ikan menjadi berbagai produk menarik, tahan lama, berbagai rasa dan branding juga penting” ujar dia.

Di Klaten produksi ikan mencapai 28.000 ton pertahun, terutama di wilayah Klaten bagian utara dan selatan yang banyak sumber air. Dia berharap akan ada pelatihan pengolahan ikan di Klaten dengan kemasan bagus dan aneka rasa menarik, bisa juga mengikuti gaya millenial.

Pada kampanye yang dihadiri Bupati Sri Mulyani dan para pejabat Pemkab Klaten itu, KKP memberikan bantuan 2.200 paket berisi 3 jenis olahan ikan dari UKM, flyer manfaat ikan, flyer kandungan gizi ikan dan tumbler.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun