Paroki Santo Pius X Karanganyar Bentuk Komunitas Pelaku Usaha

paroki-santo-pius
KOMUNITAS PELAKU USAHA : Wahyu Pranowo Hadi memberi penjelasan tentang tujuan pembentukan komunitas pelaku usaha dalam pertemuan di Gereja Paroki Santo Pius X Karanganyar, Senin (10/3) malam. (Vladimir Langgeng/suaramerdekasolo.com)

“BAGI umat Paroki Santo Pius X yang belum mempunyai rumah, bisa membeli rumah di tempat saya. Uang muka saknduwene, ngangaure sakuate.”

Begitu kata Yoyok, salah satu umat Paroki Santo Pius X Karanganyar, ketika diminta testimoni dalam pertemuan para pelaku usaha di ruang pertemuan gereja paroki setempat, Senin (10/3) malam.

“Usaha saya kuliner, saya buka warung Mie Jowo. Bagi saudara-saudara yang kepingin menikmati Mie Jowo spesial, silakan mampir ke tempat saya,” kata pelaku usaha lainnya.
Sekitar 150 pelaku usaha mengikuti pertemuan yang digagas umat setempat, Wahyu Pranowo Hadi dan Julius Eka serta didukung PSE paroki. Jumlah itu membengkak dari sekitar 80 peserta yang diestimasikan. Sektor usaha mereka bermacam-macam, mulai dari sektor jasa, kuliner, hingga properti.

“Salah satu tujuan dari pertemuan ini adalah untuk membentuk komunitas pelaku usaha di gereja paroki,” kata Julius.

Pranowo menjelaskan, banyak manfaat yang diharapkan dari pembentukan komunitas pelaku usaha itu. Komunitas itu nantinya bisa digunakan sebagai sarana promosi, membentuk jaringan, serta saling bertukar informasi akan kebutuhan umat.

Dengan cara seperti itu, kata dia, juga akan memudahkan para umat untuk mendapatkan produk barang dan jasa serta kebutuhan pokok sehari-hari.

“Tidak menutup kemungkinan, nantinya kami membuatkan aplikasi start up bagi teman-teman pelaku usaha. Untuk sementara komunikasi menggunakan group instagram dan whatsapp,” katanya.

Agar bisnis yang dijalankan para pelaku usaha lancar dan benar, Pranowo dan tim mempersiapkan berbagai pelatihan. Seperti pelatihan pembukuan, kewirausahaan, branding, promosi, dan lainnya.

Tidak kalah penting, tim juga membuka akses permodalan ke perbankan untuk pengembangan usaha.

Kordinator tim pelayanan sosial ekonomi (PSE) Paroki Santo Pius X Karanganyar, Clemens Heris mendukung penuh pembentukan komunitas pelaku usaha itu.

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bukti nyata upaya gereja dalam memberdayakan umat, terutama di sektor ekonomi.

“Kegiatan ini dari kita untuk kita, kalau kita membeli sesuatu pada saudara kita separoki ini, uangnya tidak akan ke mana-mana,” kata dia.(Vladimir Langgeng)

Editor : Budi Sarmun