Ratusan Orang ”Tumplek Bleg” Melukis Mural di Jalan Gondosuli

lukis-mural-ndalem-gondosuli
MELUKIS DI DINDING- Ratusan karyawan PT Elnusa Petrofin melukis di dinding di sepanjang Jalan Gondosuli, Laweyan, Sabtu (7/3). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Ndalem Gondosuli sebagai rumah galeri dan edukasi batik yang terletak di Kampung Batik Laweyan Solo, terus berkomitmen untuk melestarikan dan mengembangkan industri Batik di Kota Solo melalui berbagai terobosan.

Menggandeng PT Elnusa Petrofin dalam kegiatan Employee Gathering 2020 yang mengusung tema ”Bangun Tekad Makin Hebat”, Sabtu (7/3) dihelat aksi melukis mural pola batik pada dinding sepanjang 225 meter di Jalan Gondosuli. Melukis mural tersebut melibatkan 380 peserta dari seluruh Indonesia.

Kegiatan yang diusung Elnusa Petrofin bersama Event Go! itu diawali dengan blusukan di Kampung Batik Laweyan.

Seluruh peserta diajak untuk belajar sekaligus berwisata meninjau berbagai bangunan klasik gaya Laweyan yang bersejarah, melihat langsung proses industri batik, sekaligus berbelanja batik yang didampingi oleh pemandu lokal.

Sebelum aksi Mural Batik, diawali dengan suguhan pembuka “Batik Performing Art” yang dipentaskan sepanjang Jalan Gondosuli Laweyan. Usai performing art, ratusan pelukis mural ”dadakan” mulai mengeksprisikan corat-coret di dinding menggunakan berbagai warna yang telah disediakan.

Aksi mural itu merupakan simbol kekompakan dan keharmonisan dalam menciptakan sebuah karya. Bagaimana gambar yang dilukis di media yang panjang menjadi gambar yang tersusun dalam satu kesatuan. Makna dalam lukisan mural tersusun dari gambaran lini bisnis Elnusa Petrofin sebagai salah satu perusahaan jasa hilir migas terpecaya di Indonesia.

Selain itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Corporate Social Responsbility (CSR) Elnusa Petrofin untuk mendukung wisata Kampung Batik dan menjadi tempat baru untuk berswafoto.

Presiden Direktur PT Elnusa Petrofin (EPN), Haris Syahrudin berharap dengan adanya kegiatan mural tersebut dapat mendukung dan mempromosikan Kampung Batik Laweyan sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Solo, yang pada gilirannya akan mampu menarik kunjungan wisatawan ke Laweyan.

”Sinergi dan kerjasama dengan pemuda dan masyarakat di Kampung Batik Laweyan, dapat terus dikembangkan dalam upaya untuk membangun industri pariwisata yang berkelanjutan,” jelasnya. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun