Budaya Literasi Membentengi Pengaruh Buruk Teknologi Digital

literasi-wonogiri
MEMBELI JAJANAN : Sejumlah pengunjung membeli jajanan di pasar Pawestri, Desa Sindukarto, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Minggu (1/3). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Perkembangan teknologi digital dan globalisasi mempunyai efek samping bagi masyarakat dan generasi muda. Antara lain terjadinya proxy war

(perang proxy), maraknya pelanggaran Undang-undang Perlindungan Anak (UUPA) dan penggerusan budaya bangsa.

Oleh karenanya dibutuhkan peningkatan budaya literasi untuk membendung dampak negatif kemajuan teknologi informasi dan globalisasi tersebut. “Maka budaya literasi penting agar budaya yang menjadi identitas bangsa tidak terganti dengan budaya barat,” kata Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo saat menggelar sarasehan, peluncuran taman baca dan Pasar Pawestri di Waduk Song Putri, Desa Sindukarto, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Minggu (1/3).

Pemkab akan mengambil kebijakan untuk memperkuat budaya literasi dan agar budaya yang menjadi identitas bangsa tidak tergerus budaya asing. “Baca tulis dan sains harus diperkuat,” ujarnya.

Pihaknya berencana mengaggarkan dana yang cukup guna pengadaan buku dalam upaya pengembangan literasi. Pemerintah desa juga didorong untuk ikut menyukseskan upaya tersebut. Pasalnya, sudah banyak dusun yang sudah mempunyai tempat taman baca, tetapi buku-bukunya belum memadai.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Wonogiri, Sriyono mengatakan, Indonesia mengalami krisis literasi. Hal itu diketahui saat The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mengumumkan hasil Programme for International Student Assesment (PISA) 2018.

Indonesia hanya menempati peringkat 62, jauh tertinggal dari Vietnam yang mampu menempati peringkat tiga dunia. Oleh karenanya, Sriyono berpendapat sudah saatnya meningkatkan budaya literasi di dalam masyarakat.

Seusai menggelar sarasehan, Bupati kemudian meluncurkan Pasar Ahad Wanci Enjang Song Putri (Pawestri) di sekitar Waduk Song Putri, Desa Sindukarto.

Pasar yang buka setiap Minggu pagi itu menjajakan berbagai jajanan. Pengunjung bisa menyaksikan keindahan Waduk Song Putri sambil menikmati jajanan di pasar tersebut. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun