Tiga Penunjang Wisata Penyangga Borobudur di Lereng Lawu Terima Rp 150 Miliar

bumi-perkemahan-delingan
BUMI PERKEMAHAN – Ground Breaking pembangunan Bumi Perkemahan, Delingan Karanganyar yang dilakukan beberapa tahun lalu kini terhenti dan akan dilanjutkan lagi.(suaramerdekasolo.com/dok)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Tiga destinasi wisata Karanganyar yang dijadiikan penyangga objek wisata Borobudur, menerima bantuan dari APBN Rp 150 miliar.

Masing-masing destinasi itu akan dikembangkan dengan dana dari pemerintah pusat Rp 50 miliar di tahun 2021 mendatang.

Hal itu dikatakan Bupati Juliyatmono kepada wartawan, Rabu. Ketiga destinasi wisata itu adalah Bumi Perkemahan, Delingan, kemudian Pasar Kwadungan Kerjo, dan Terminal Wisata Bangun Makuthoromo di Karangpandan.

Ketiganya dikembangkan untuk menjadi penyangga Candi Borobudur yang sudah menginternasional, sehingga wisatawan diharapkan juga mampir ke tempat wisata yang ada di Lereng Lawu. Dan ketiga tempat itu akan menjadi penunjang destinasi wisata yang ada di Karanganyar.

Pasar Kwadungan sempat menyedot perhatian Presiden saat meresmikan Waduk Gondang beberapa waktu lalu. Pasar itu akan dikembangkan pasar wisata karena dekat dengan lokasi Waduk Gondang yang akan berkembang menjadi wisata alam dan air.

Saat ini meski waduk belum dikembangkan, karena proses pembicaraan masih berlanjut untuk menentukan apa yang bisa dikembangkan dan dimana, sehingga tidak mengganggu fungsi utama waduk, namun setiap minggu masyarakat berdatangan ke lokasi waduk sekadar bersantai melihat waduk.

lereng-lawu
FOTO ILUSTRASI

‘’Jika sudah ada wisata air dan wisata alam seperti lokasi out bond dan lainnya, hampir bisa diprediksi pengunjung akan melimpah. Saat ini memang sedang digodok mana lokasi sabuk hijau yang bisa dikembangkan menjadi lokasi wisata di waduk itu,’’ kata Bupati.

Fungsi Pasar Kwadungan akan menjadi penunjang, pelengkap wiata. Di situ akan dijual aneka produk unggulan masyarakat yang bisa dijadikan suvenir saat berkunjung ke waduk. Karena itu perlu pasar yang representatif untuk menunjang pengembangan waduk.

Terminal Bangun Makuthoromo sebetulnya didesain menjadi terminal induk tempat pemberhentian bis wisata yang akan menuju ke berbagai lokasi wisata di puncak Lawu. Seperti Tawangmangu, Ngargoyoso, Pringgondani, termasuk Astana Giribangun dan Mengadeg, dan lainnya.

Hanya saja memang belum terwujud karena terkendala banyak hal. Pengembangan terhenti. Karena itu dengan dana Rp 50 miliar dari pusat itu, akan dikembangkan lagi persiapan Terminal Bangun Makuthoromo sebagai terminal wisata.

Pemkab akan bekerja sama dengan penyedia jasa angkutan kecil untuk membawa wisatawan ke puncak Lawu, setelah bus mereka berhenti di terminal wisata Bangun Makuthoromo. Kendaraan kecil ini juga untuk mengurangi resiko karena jalan terjal menuju ke puncak Lawu.

Di situ akan dilengkapi puluhan toilet, masjid besar, dan sarana lain yang memungkinkan masyarakat menyediakan kuliner khas Karanganyar. Juga aneka produk unggulan suvenir wisata untuk wisatawan yang berkunjung ke Karanganyar.

Sedangkan Bumi Perkemahan Delingan rencana awal untuk menjadi tempat terbuka yang memungkinkan menggelar konser atau pertunjukan terbuka, lokasi grastrack, arena balapan motokros, arena balapan otomotif lainnya. Bahkan groung breaking sudah dilakukan Bupati beberapa tahun lalu. Namun proses pembangunan terhenti.

‘’Sekarang dilanjutkan jika dananya sudah cair. Kami juga berencana jika dana untuk pengembangan lokasi tertentu dinilai terlalu besar, apakah mungkin bisa dialihkan ke lokasi lainnya yang membutuhkan dana lebih besar,’’ kata dia. Namun sudah pasti tahun 2021 dana APBN itu akan dianggarkan.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun