Belajar Mencintai Sains melalui Kunjungan Laboratorium

sd-muhammadiyah-solo
KUNJUNGI UMS Siswa siswi SD Muhammadiyah PK mengjunjungi Lab Biologi UMS, Rabu (19/2). (suaramerdekasolo.com/dok

SOLO,suaramerdekasolo.com – Membangun kecintaan siswa terhadap ilmu sains bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mengunjungi laboratorium.

Hal itulah yang dilakukan sejumlah 32 siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler sains club SD Muhammadiyah PK yang mengikuti kunjungan belajar di Laboratorium Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Selasa (18/2).

 Pada kunjungan belajar kali ini, siswa mendapatkan materi praktikum pengamatan hewan bertebrata dan avertebrata, herbarium, serta pengamatan menggunakan mikroskop. Sebelum melakukan praktikum mereka dibagi menjadi dua kelompok dan secara bergantian melakukan praktikum didampingi oleh dosen dan asisten dosen.

Peserta sains club sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Kunjungan langsung ke laboratorium biologi di universitas merupakan pengalaman pertama bagi mereka. Siswa terlihat sangat bersemangat saat melakukan pengamatan menggunakan mikroskop. 

Jika biasanya saat di sekolah mereka hanya menggunakan mikroskop biasa, maka di laboratorium ini mereka bisa mengamati sejumlah preparat basah yang terdiri dari air kran, air kolam ikan, dan air jerami di bawah mikroskop listrik binokuler.

Salah satu peserta sains club, Davin Tegar Prayoga mengaku sangat tertantang dengan kegiatan kunjungan ini. Ia memang termasuk anak yang sangat senang membaca buku-buku pengetahuan yang berhubungan dengan sains.”Saya sangat senang bisa mengamati sel bawang merah, protozoa, dan plankton dari preparat basah dengan mikroskop binokuler,” ungkapnya.

Arsyadana, selaku guru pembina sains club mengungkapkan bahwa awalnya kunjungan ini hanya diagendakan untuk pengenalan penggunaan mikroskop binokuler. Namun, pengelola laboratorium memberikan fasilitas materi pengamatan hewan awetan vertebrata dab avertebrata serta tumbuhan awetan atau herbarium.

“Anak-anak sangat antusias karena bisa mengamati menggunakan mikroskop sekaligus belajar cara pengawetan hewan dan jenis-jenis hewan bertulang belakang dan tak bertulang belakang, seperti ular, katak, capung, bintang laut, bahkan awetan kerangka manusia asli,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa tujuan utama kunjungan ini untuk membangun kecintaan siswa terhadap dunia sains sejak dini.

“Kami berharap dengan kecintaan anak-anak terhadap sains akan membuka wawasan mereka sehingga bisa dikembangkan pada jenjang pendidikan berikutnya, syukur bisa melakukan eksperimen dan penemuan-penemuan yang bermanfaat dalam kehidupan,” katanya. (Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun