Kopdar Komunitas Pecinta Alam Wonogiri Disisipi Pendidikan Mengenali Ular

komunitas-pecinta-ular-wonogiri1
MENGENALI ULAR : Para peserta melajar mengenali ular saat Kopdar Kompag di puncak Bukit Joglo, Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Minggu (16/2). (suaramerdeksolo.com/Khalid Yogi

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Komunitas Pecinta Alam Wonogiri (Kompag) mengadakan Kopdar di puncak Bukit Joglo, Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Minggu (16/2).

Mereka mengangkat tema Snake Education (edukasi mengenai ular) dengan mengundang komunitas Animal Independen Wonogiri.

Ketua Kompag Tanto Sri Kuncoro didampingi ketua panitia Kopdar Kompag Eko Rahmadi mengatakan, komunitasnya rutin mengadakan Kopdar.

“Kopdar di puncak Bukit Joglo ini merupakan yang ke-13 dan kami mengangkat tema Snake Education,” kata Eko.

Pihaknya mengangkat tema tersebut karena akhir-akhir ini banyak berita ular yang masuk ke permukiman. Mereka mengundang komunitas Animal Independen Wonogiri untuk saling berbagi pengetahuan mengenai ular.

“Minimal bisa tahu dan mengidentifikasi ular mana yang berbisa, mana yang tidak berbisa. Tahu bagai mana cara penanganan atau penangkapannya,” terangnya.

Acara Kopdar Kompag di area peluncuran gantole Puncak Bukit Joglo itu diawali dengan sarasehan, Sabtu malam (15/2).

Mereka bertukar pikiran bersama kepala Desa Sendang dan karang taruna desa setempat.

Mereka membahas pengembangan wisata gantole, puncak Soko Gunung, dan bagai mana membantu mengekspose obyek-obyek wisata.

“Jadi kegiatan kami tidak sekadar senang-senang. Kami juga pernah mengadakan kegiatan sosial, ke panti asuhan, membantu air bersih, membersihkan tempat wisata dan sebagainya,” ujarnya.

Dalam snake education, peserta dibekali pengetahuan mengenai ular. Beberapa peserta yang phobia ular diajak lebih dekat dengan ular. Mereka diajak untuk mengatasi ketakutannya, sehingga peserta yang sebelumnya takut mendekat, kini berani menyentuh ular.

komunitas-pecinta-ular-wonogiri2

Gesang Nanda Sadewa, pecinta reptil yang menjadi pembicara menerangkan, penanganan pertama gigitan ular berbisa adalah dengan immobiliasasi. Yakni membuat bagian tubuh yang digigit tidak banyak bergerak.

Dia mencontohkan, jika tangan digigit ular, maka tangan tersebut dijepit dengan dua balok kayu kemudian dibebat kencang. Dengan cara itu, tangan tidak banyak bergerak sehingga bisa ular tidak cepat menyebar. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun