Ciptakan Salep Luka Berbahan Tulang Ikan Bandeng, Mahasiswa FMIPA UNS Juara National Chemistry Expo and Festival

national-chemistry-expo
UNS JUARA : Tiga mahasiswa FMIPA UNS yang berhasil menjadi juara dalam National Chemistry Expo and Festival dibidang kesehatan di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Ikan bandeng bukan hanya enak dan bergizi ketika dijadikan lauk. Ikan tersebut ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk dijadikan bahan penyembuh luka.

Di tangan para mahasiswa Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, tulang ikan bandeng tersebut disulap menjadi salep penyembuh luka.

Adalah tiga mahasiswa yakni Muhammad Adam Firdausi dari Program Studi (Prodi) D3 Farmasi, Thufeil Noor Muhammad dari Prodi D3 Teknik Informatika, dan Putri Indah Nurani dari Prodi D3 Farmasi yang berhasil menginovasikan salep penyembuh luka dari kolagen ikan bandeng.

Salah satu anggota tim dari Muhammad Adam Firdausi mengemukakan, untuk pengolahannya harus dilakukan sejumlah proses agar tulang bandeng bisa menjadi kolagen lalu diplah menjadi penyembuh luka.

Selain lebih ramah lingkungan, salep yang dibuat dari tulang ikan bandeng itu juga lebih ekonomis karena terbuat dari limbah.

Para mahasiswa tersebut memeroleh pendampingan langsung dari dosen lembimbing, Dian Eka Ermawati, untuk memproses tulang ikan hingga menjadi salep.

Yang lebih membanggakan lagi, dalam penelitian berjudul Salugen : Inovasi Salep Penyembuh Luka dari Kolagen Limbah Tulang Ikan Bandeng (Chanos chanos F) itu, tim mahasiswa tersebut berhasil meraih prestasi membanggakan pada ajang National Chemistry Expo and Festival dibidang kesehatan di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) beberapa waktu lalu.

Penuh Perjuangan

Adam Firdausi mengemukakan, salep Salugen terbuat dari limbah tulang ikan bandeng yang telah melalui beberapa proses ilmiah dan uji coba. Dalam menghasilkan produk ini, banyak rintangan yang telah mereka lalui.

“Dikarenakan banyaknya ide yang ada di dalam kepala namun memiliki berbagai kekurangan, kami sempat beralih formulasi.

Dari awalnya Nugget berbahan dasar tempe dan gembili untuk menunjang ketahanan pangan yang merupakan tujuan menjadi Inovasi salep luka dari kolagen limbah tulang ikan bandeng,” kata anggota tim lain Putri.

Konsultasi demi konsultasi pun mereka lakukan agar inovasi mereka sesuai harapan. Hingga pada akhirnya abstrak dan proposal yang mereka ajukan lolos untuk ikut lomba tingkat nasional tersebut .

Adam sebagai ketua tim terus berupaya memotivasi bahwa salep yang mereka buat sudah memenuhi apa yang menjadi target mereka.

“Bahkan pada hari keberangkatan ke lomba, kami masih ada kendala pencetakan banner, wadah salep, dan sticker. Sewaktu perjalanan, kami diguyur hujan dan sempat berhenti berteduh dua kali,” ujar Putri

Namun, perjuangan mereka berbuah manis. Mereka berhasil membuat harum nama UNS. Perjuangan tersebut berhasil terbayarkan dengan peringkat juara 1 pada ajang tersebut. (Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun