Penyakit Kanker di Kota Solo Cukup Tinggi

penderita-kanker
FOTO BERSAMA- Gibran bersama kaum milenial foto bersama usai acara talkshow membahas kesehatan dan peran psikolog dalam kehidupan di The Tower Space, Karangasem, Laweyan, Selasa (4/2) malam. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com – Untuk meraih simpati dan dukungan dari masyarakat, Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi-red), Gibran Rakabuming Raka kerap memanfaatkan waktu menghadiri berbagai kegiatan yang digelar di berbagai tempat.

Bakal calon Wali Kota Surakarta tersebut, Selasa (4/2) malam, hadir di The Tower Space, Karangasem, Laweyan, sebagai pembicara dalam acara talkshow membahas berbagai isu tentang kesehatan dan lainnya.

Selain Gibran, dua tokoh yang sudah dikenal masyarakat turut hadir dalam acara tersebut yakni Dr Istar Yuliadi dan Antonius Yoga Prabowo.

Didaulat sebagai naras sumber, Gibran menyoroti tentang peran psikolog dalam menghadapi berbagai tantangan. ”Saya rasa poin penting adanya psikolog adalah mencegah perceraian. Sebab setiap saya melakukan blusukan, pasti ada janda dengan dua atau tiga anak. Sehingga saya mempertanyakan kesejahteraan mereka. Jadi menurut saya, tugas utama psikolog yakni menghindari adanya perceraian,” terang Gibran dalam menyampaikan pendapatnya.

Acara talkshow mengambil tema kesehatan tersebut bertepatan memperingati Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day). Hari Kanker Sedunia diperingati setiap 4 Februari untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kanker dan mendorong pencegahan, deteksi, dan pengobatan.

”Menurut data dari beberapa rumah sakit di tahun 2019, kanker yang paling banyak ditemukan adalah kanker payudara. Kanker payudara tidak hanya menyerang perempuan, tetapi juga laki-laki. Saya menyarankan untuk para remaja mulai mendeteksi adanya benjolan pada payudara dengan Periksa Payudara Sendiri (Sadari). Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan tangan dan penglihatan apakah ada perubahan fisik pada payudara. Proses ini dilakukan agar semua perubahan yang mengarah pada kondisi yang lebih serius agar dapat segera ditangani,” ungkap Dr Istar Yuliadi, salah satu praktisi kesehatan di Kota Solo.

Selain kanker payudara, kanker kedua yang paling banyak ditemukan di Kota Solo adalah kanker serviks. Kanker serviks lebih banyak terjadi pada kaum perempuan. Tandanya, jika seorang perempuan mengalami pendarahan vagina yang tidak normal dan disertai bau amis.

”Hal ini berdasar survei bahwa saat kami melakukan gerakan mengumpulkan 10.000 wanita di Kota Solo untuk melakukan IVA test. IVA test adalah metode inspeksi visual dengan asam asetat untuk mendeteksi dini adanya penyakit kanker serviks. Hasilnya, ada 4 persen perempuan di Kota Solo positif terjangkit penyakit kanker serviks,” terang Dr Istar.

Faktor penyebab terjadinya penyakit kanker, menurutnya, 40 persen dari faktor keturunan dan 60 persen dari faktor lingkungan. Penyakit kanker bisa dicegah dengan gaya hidup yang sehat. Adapun urutan kanker tertinggi ketiga, lanjut Dr Istar, kanker nasofaring (tenggorokan), selanjutnya kanker saluran pencernaan, dan terakhir kanker paru-paru yang kebanyakan menyerang kaum laki-laki. (Sri Hartanto)