Siswa Dijemput Diantar Sambil Baca Buku Dengan Bus Literasi Bejanaku

bus-bejanaku
SIWI TK : Siswi TK dari Kecamatan Trucuk mengikuti kegiatan bus Bejanaku dan mampir di kantor BPBD Pemkab Klaten. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

PULUHAN siswa dan siswi TK keluar dari kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten. Raut wajah anak-anak terlihat ceria dan langsung menuju sebuah bus tanggung yang parkir di halaman.

Di bus bertuliskan Bejanaku itu siswa disambut para petugas dan diantar pulang. Piknikah ? Ternyata tidak sebab puluhan siswa TK itu sedang menjadi peserta program mobil pintar Bejanaku.

Bejanaku adalah program inovasi Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Pemkab Klaten untuk membumikan busaya literasi di kalangan masyarakat sejak dini.

Caranya, para siswa dijemput di sekolahnya sesuai jadwal, diantar ke kantor perpustakaan daerah, dikenalkan dengan fasilitas dan instansi pemerintah kemudian pulangnya juga diantar bus secara gratis.

” Ya anak-anak senang sekali. Baru kali ini ada kegiatan gratis ini,” ungkap guru TK Pertiwi Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, Senin (3/2).

Dikatakan Tini, sebelum sampai ke kantor BPBD, siswa dijemput ke sekolah menggunakan bus. Bus menuju ke kantor Arpus di Kota. Di kantor arsip dan perpustakaan, siswa diajak membaca buku. Setelah puas membaca buku dan mengenal seluk-beluk perpustakaan, siswa diajak belajar, menggambar, membaca dan menulis.

Setelah dari kantor perpustakaan, siswa diantar keliling ke instansi pemerintah. Mulai dari gedung perkantoran Pemkab Klaten di Jl Pemuda Selatan, kantor DPRD, dan ke kantor BPBD untuk pengenalan mitigasi bencana. Di akhir perjalanan siswa mampir ke Masjid Agung untuk beristirahat. Kegiatan itu menurut Tini sangat bagus sebab siswa bisa mengenal budaya membaca bahkan mengenal perkantoran pemerintahan.

Bus Gratis

Anak, kata Tini, tidak melulu hanya di sekolah meskipun selama ini juga ada kegiatan keluar tetapi biaya sendiri. Dengan bus gratis Bejanaku, siswa dan guru tinggal berangkat saja tidak keluar uang sepeser pun.

Petugas Bus Bejanaku Dinas Arpusda Pemkab Klaten, Erman Wahyudi mengatakan Bejanaku merupakan singkatan dari Bus Jemput Anak Sekolah Baca Buku. Program bus itu baru dilaksanakan tanggal 20 Januari 2020. Sambutan sekolah dan siswa luar biasa dan mereka senang dengan program tersebut.

Dalam program bus Bejanaku itu, siswa dijemput ke sekolah masing-masing dengan bus. Kemudian diajak ke kantor perpustakaan dan arsip.

” Dikenalkan perpustakaan, diajak membaca diajak bermain dengan suasana yang nyaman,” jelasnya.

Anak dikenalkan dengan budaya membaca dan literasi sebab di tengah zaman modern IT ini budaya membaca buku sudah mulai luntur. Setelah puas membaca dan mengetahui seluk beluk perpustakaan, siswa diajak ke gedung-gedung Pemkab Klaten dan DPRD. Di BPBD siswa dikenalkan dengan materi mitigasi bencana, mulai pengenalan bencana, mitigasinya sampai alat yang digunakan.

Dengan begitu anak sejak dini akan mengenal mitigasi bencana dan siap menghadapi jika terjadi. Bus memang tidak setiap hari keliling sebab masih terbatas. Sepekan hanya hari Senin-Jumat beroperasi dengan target satu sekolah setiap hari. Sekolah peserta diusulkan melalui kecamatan dan sesuai antrean akan dijemput ke sekolahnya. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun