Forum Lingkar Pena Jaring Calon-Calon Penulis Muda

seminar-flp-ums
SEMINAR MENULIS : Seminar motivasi menulis digelar Forum Lingkar Pena (FLP) di Auditorium Moh Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Minggu (2/2).(suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

TAK sekadar komunitas menulis, Forum Lingkar Pena (FLP) adalah sebuah organisasi kepenulisan yang mengader penulis andal dan profesional. Seminar yang bertajuk ‘Pelatihan Penulisan 13’ ini sebagai langkah awal untuk membuka perekrutan anggota baru di FLP.

FLP merupakan wadah untuk belajar menulis, baik fiksi seperti menulis puisi, cerpen, novel maupun non fiksi seperti esai dan artikel populer. Selain itu FLP adalah tempat untuk belajar berorganisasi. Dalam menjalankan organisasinya, FLP berpijak pada tiga pilar yaitu pilar keislaman, keorganisasian dan kepenulisan. Hal ini berkaitan dengan prinsip FLP yang melandaskan setiap kegiatan dengan nilai-nilai Islam sebagai nilai pendidikannya.

FLP juga aktif dengan berbagai kegiatan seperti diskusi, bedah naskah, kelas menulis, safari pena (datang ke suatu tempat yang berkaitan dengan literasi), halaqoh senja, dan kegiatan menulis bersama dalam sebuah antologi.

Seminar motivasi kali ini ibarat sebuah gerbang, para peserta telah memasuki gerbang dan pada seminar ini mereka akan mendapatkan kunci yang digunakan untuk membuka pintu selanjutnya.

“Setelah acara ini akan ada pelatihan seminggu sekali selama dua bulan. Setelah mengikuti ini, peserta baru akan mendapat nomor registrasi anggota atau dengan kata lain, baru akan menjadi anggota.” Jelas Zain Maulana, Ketua FLP Solo. “Melalui acara ini diharapkan akan lahir penulis muda dari Solo Raya.” lanjutnya.

Meski memiliki prioritas untuk melahirkan penulis muda, FLP Solo tak membatasi usia kepada calon anggotanya. Para orang tua yang berjiwa muda dengan semangat tinggi berkesempatan bergabung dalam keanggotaan. Syarat utama dan terpenting yaitu memiliki niatan untuk menulis, berkarya, berkembang, dan loyalitas yang tinggi.

FLP mengajak para peserta menyelam tinta, menggenggam pena, dan mendunia dengan aksara bersama dua narasumber inspiratif Lenang Manggala, pendiri Gerakan Menulis Buku Indonesia (GMBI) dan sastrawan terkenal Gol A Gong yang juga anggota senior FLP.