Dua Mahasiswa dan Satu Pelajar LSL Idap HIV,Total Tujuh Kasus Ditemukan

penderita-hiv-aids-kabupaten-klaten
PAPAN NAMA: Papan nama kantor KPA Kabupaten Klaten di gedung perkantoran Pemkab Klaten. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Dua mahasiswa dan satu pelajar di Kabupaten Klaten positif menghidap virus (human immunodeficiency virus). Ketiganya menjadi pengidap virus mematikan itu karena seks menyimpang kategori lelaki seks lelaki (LSL).

” Dua mahasiswa usianya 23 tahun dan yang pelajar baru 17 tahun. Yang pelajar kondisi terakhir sudah jadi AIDs,” ungkap Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDs/ HIV (KPA) Kabupaten Klaten, Fauzi Rivai, Kamis (23/1) siang di kantornya.

Menurut Rivai, data di KPA tahun 2019, ada tujuh pria LSL yang positif mengidap HIV. Usia ketujuh pengidap itu ada yang 47 tahun, 35 tahun, 45 tahun, 54 tahun, 23 tahun ada dua orang masih mahasiswa dan yang usia 17 tahun satu orang yang statusnya pelajar.

Dibandingkan tahun 2018, jumlah temuan LSL yang mengidap HIV di Kabupaten Klaten memang cenderung turun sebab pada tahun 2018 ditemukan ada 18 orang.

Namun penurunan angka kasus temuan itu bukan disebabkan pengidap berkurang tetapi disebabkan karena jangkauan pendataan yang berkurang. Sebelum 2019 di Kabupaten Klaten ada tenaga penjangkau lapangan dari kalangan LSM.

Namun sejak 2019 tidak ada lagi. Padahal personel di KPA kekuatan sangat terbatas sehingga riil kasus bisa jadi lebih besar karena pemantauan kasus yang berkurang. Untuk itu, komisi sebenarnya berharap pemerintah membiayai tenaga penjangkau lapangan melalui APBN atau APBD sehingga pendeteksian pengidap semakin efektif.

Apalagi pola perilaku menyimpang semakin kompleks sehingga kasus HIV/ AIDs semakin bertambah.

Kasus Meninggal

Pengelola Data dan Informasi KPA Kabupaten Klaten, Amin Bagus Panuntun menjelaskan data kasus HIV/ AIDs di Klaten sejak pemantauan 2007-2019 ada 899 kasus.