Generasi Millenial Bakal Mendominasi Kerja Kreatif

training-generasi-milenial
TRAINING- General Manager The Sunan Hotel Solo, Retno Wulandari (kanan) menyampaikan materi training tentang generasi millenial dihadapan 38 peserta di Wiryowidagdo Ballroom, Kamis (16/1).

SOLO,suaramerdekasolo.com – Untuk kesekian kali, The Sunan Hotel Solo menggelar training internal yang ditujukan untuk karyawan Generasi Millennial, atau karyawan yang lahir antara tahun 1980-1995.

Training yang dilaksanakan awal tahun 2020, sebanyak 38 peserta, mendapatkan materi dengan tema ”Millennials (Gen Y) Personal Traits In Hospitality Industry”. Acara training digelar di Wiryowidagdo Ballroom, Kamis (16/1) mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.

Materi training disampaikan Retno Wulandari selaku General Manager The Sunan Hotel Solo. Menurut Retno Wulandari, Generasi Millennial di era internet adalah generasi yang diharapkan mampu membawa perubahan dan tenaga kerja yang akan mendominasi pasar 5-10 tahun lagi.

”Oleh karena itu, untuk mempersiapkan segala tantangan di masa depan, perlu pembekalan yang matang kepada generasi millenial,” jelasnya.

Bekal yang disiapkan, lanjut dia, dimulai dari pengenalan terhadap karakter khusus dari generasi yang biasa disebut Generation Y atau disingkat Gen Y, yakni percaya diri, kreatif dan terkoneksi. Serta kebutuhan dan keinginan millennial di dunia professional, khususnya di industri hospitality.

”Jumlah generasi millennial di The Sunan Hotel Solo sekitar 28 persen dari total karyawan harus mampu menghadapi tantangan di masa depan,” jelas Retno Wulandari.

Sebelumnya, di Department Head The Sunan Hotel Solo juga telah dibekali materi yang sama. ”Training ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai millennial dengan segala keunikan, kebiasaan, cara pandang serta kebutuhan mereka. Diharapkan dengan memahami dan membekali pekerjaan di era modern, nantinya akan meminimalisir hambatan saat bekerja yang disebabkan oleh perbedaan pandangan atau pendapat antara orang-orang dari generasi yang berbeda atau disebut generation gap,” terangnya. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun