200 Anak Milenial Kepingin Tampil Cantik, Xploratioan Workshop and Competition di Solo Paragon Mall

merias-solo-paragon-mall
MERIAS : Seorang peserta tengah merias temannya dalam Xploratioan, workshop and competition yang digelar QL Cosmetic di Atrium Solo Paragon Mall, Rabu (15/01). (suaramerdekasolo.com/Vladimir Langgeng)

AGIL (17) kelihatan berhati-hati ketika memasang bulu mata buatan di kelopak mata temannya. Siswa SMK Batik 2 Solo itu tak ingin merusak wajah temannya yang sebelumnya dia rias.

Pemasangan bulu mata itu adalah langkah terakhir yang dilakukan setelah dia me-make up temannya. Mulai dari membersihkan muka, memberi alas bedak dan membedaki, blush on, eye shadow, lipstik, dan lainnya.

“Sudah biasa, di sekolah praktiknya juga seperti ini, merias,” katanya di sela Xploratioan, workshop and competition di Solo Paragon Mall, Rabu (15/1).

Hal yang sama juga dilakukan Danisa (18), peserta lainnya. Siswa SMKN 4 Solo itu tampak begitu cekatan dalam merias wajah.

“Soal tata rias atau make up, itu sudah jadi makanan kita sehari-hari,” katanya.

Ada alasan yang sama bagi Agil dan Danisa, maupun 200 peserta workshop and competition lainnya, yang diselenggaran QL Cosmetik. Yaitu, mencari pengalaman serta tambahan wawasan dan ilmu dalam dunia tata rias.

“Selain pingin tampil cantik, saya juga ingin menjadi penata rias para artis yang pinter dan profesional. Jadi tukang make up artis itu kan duitnya banya,” kata Jihan, peserta lainnya, sambil ngeloyor.

Peminat profesi penata rias atau tukang rias, kini cukup banyak. Setidaknya, itu terlihat dari banyaknya program studi tata rias yang dibuka sejumlah SMK di berbagai kota/kabupaten di Indonesia dan menjamamurnya kursus tata rias pengantin.