Jejak Dono Warkop di Klaten, Rumah Keluarga Tidak Terurus Sejak Lama

rumah-dono-warkop
RUMAH LAMA: Rumah keluarga komedian Dono Warkop di Desa/ Kecamatan Delanggu, Klaten berada di tepi jalan. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

AKTOR dan komedian kenamaan tahun 1990 an, Dono Warkop (50) selama ini disebut berasal dari Kabupaten Klaten. Pemilik nama Wahyu Sardono itu konon bersepeda sekolah SMA ke Kota Solo.

Benarkah pria kelahiran 30 September 1951 itu orang Klaten ? Suara Merdeka yang mencoba menelusuri jejaknya terhenti pada sebuah rumah tua di Dusun Kragan, Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Klaten.

Baca : Sensasi Menyaksikan Rawa Jombor dari Taman Bukit Sidoguro Bayat

Rumah berarsitektur tahun 1960 an itu berada di tepi jalan desa. Rumah itu tampak sepi tak berpenghuni. Berdiri kokoh, rumah berukuran sekitar 10 x 12 meter itu tampak terawat meskipun terlihat tak pernah direhab.

Letaknya hanya 50 meter dari bekas pabrik karung goni Delanggu yang terbengkalai sejak lama. Bentuk dan warna rumah tersebut serupa dengan rumah-rumah di bekas kompleks pabrik karung.

Rumah bercat putih dengan jendela hijau muda itu hanya sejauh 100 meter dari balai Desa Delanggu. Warga sekitar saat ditanya alamat rumah Dono Warkop akan langsung menunjukkan rumah itu.

Baca : Efek Rumah Kaca Sampai Ke Solo

“Ini memang rumah almarhum Dono. Tapi sudah kosong tidak ditempati,” ungkap Gatot, tetangga samping rumah, Kamis (02/01/2020).

Gatot mengatakan di rumah itu dulu Dono tinggal bersama ayah, ibu dan kakek-neneknya. Namun meski bertempat tinggal di Delanggu, sepengetahuanya Dono tidak lahir di Klaten. Sebelumnya ayahnya berdinas di Kabupaten Karanganyar sebagai polisi.

Saat sudah mulai jadi artis dan naik daun 1970-1990 an, Dono selalu rutin pulang setiap tahun. Kadang Dono setahun pulang 2-3 kali. Keperluannya sekadar menjenguk keluarganya, terutama ayah, ibu dan neneknya.

Tidak Dirawat

Namun setelah satu persatu keluarga meninggal dan terakhir sang ibu, sambung Gatot, Dono lebih sering menetap di Jakarta sampai meninggalnya. Sejak itu tidak ada lagi yang menempati rumah keluarganya. Rumah tidak ada yang merawat dan kosong blong.

Baca : 8 Langkah Sederhana Untuk Memerangi Perubahan Iklim