Jumat Berkah, Dodiklatpur Bantu 2 Wanita Sebatang Kara

jumat-berkah-dodiklatpur

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Komandan Dodiklatpur Rindam IV Diponegoro Letkol Inf Agus Adhy Darmawan didampingi istrinya, Putu Listyiana Putri dan ibu-ibu Persit Kartika Candra Kirana Ranting 3 Dodiklatpur Cabang X Rindam IV Diponegoro menyerahkan bantuan dalam kegiatan Jumat Berkah, Jumat (27/12).
Kali ini, ibu Senen (60) dan Ibu Giyem (80) warga Dukuh Ngalas RT 15/RW 6, Desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten yang mendapat kesempatan menerima bantuan.

Senen dan Giyem sudah lama hidup sebatang kara, tak ada suami, anak atau pun keluarga. Mereka juga tidak punya sumber pendapatan tetap. Kehidupannya banyak dibantu para tetangga sekitarnya.

Komandan Dodiklatpur, Letkol Agus Adhy Darmawan mengatakan bahwa kegiatan Jumat Berkah akan menjadi agenda rutin Dodiklatpur Rindam IV Diponegoro yang berlokasi di Glodogan, Klaten Selatan. Rencananya, kegiatan akan dilakukan sebulan atau dua pekan sekali.

‘’Meski bantuan yang kami berikan tidak seberapa, tapi kami berharap bisa meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Jadi penerima bantuan dipilih yang benar-benar memerlukan, seperti dua ibu yang tidak punya sumber pendapatan, semoga berkah,’’ ujar Komandan Dodiklatpur.

Senen dan Giyem sangat berterima kasih dengan bantuan yang mereka terima. Mereka tak menyangka, bapak-bapak TNI akan memberikan perhatian dan berkunjung ke rumahnya. Tak heran kalau berulang-ulang mereka mengucapkan terima kasih.

‘’Dari dulu, saya tinggal sendirian. Alhamdulillah, rumah saya sudah dibangun dari bantuan Pemkab Klaten jadi sekarang kalau hujan angin sudah tidak takut ambruk. Dulu rumah saya gedhek, jadi kalau hujan deras lari keluar pegangan cagak, takut roboh,’’ kata Senen.

jumat-berkah-dodiklapur-klaten2

Rumah Senen dibangun dengan dinding batako, ada dua jendela, namun karena belum ada jendela maka hanya ditutup papan dan dipaku sehingga tidak bisa dibuka. Lantainya juga masih tanah, tak ada MCK. Beruntung dia mendapatkan penerangan dari tetangganya. Meski begitu, dia sudah merasa bersyukur karena gubuk reyotnya sudah jadi kokoh.

‘’Saya tidak punya pekerjaan, kalau ada pekerjaan apa saja saya mau. Saya sangat berterima kasih atas perhatian Komandan , saya sangat terbantu sekali,’’ katanya sambil mengulang-ulang ucapan terima kasihnya.

Giyem juga hidup sendiri setelah ditinggal pergi selamanya kakak perempuannya, 40 hari lalu. Di usianya yang sudah lanjut, tak ada pekerjaan yang bisa dilakukan sehingga wanita berperawakan kecil itu bergantung pada kebaikan orang-orang di sekitarnya.

Pemberian bantuan Jumat Berkah sangat berarti baginya, sehingga tak henti-hentinya dia mengucapkan terima kasih. Di rumahnya yang dibangun dengan bantuan rehab rumah tak layak huni, kini Giyem menempati rumah kokoh meski belum sempurna.(Meraswati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun