Mudahnya Berkebun dengan Aplikasi Smart Garden

smart-garden-prambanan-klaten
SMART GARDEN : Isto warno menunjukkan cara kerja aplikasi smartgarden di kebun kelengkengnya di Prambanan, Klaten.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)


*Bisa Menyiram Kebun dari Manapun

PERKEMBANGAN teknologi yang begitu cepat, membuat semua bisa dilakukan dengan memencet tombol smartphone. Mulai dari menonton video, berbelanja, membayar berbagai tagihan bulanan sampai mengamati rumah rela time melalui CCTV.

Kini teknologi juga bisa memudahkan orang dalam berkebun, seperti yang dikembangkan Telaga Nursery yang berlokasi di Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.
Sang pemilik, Isto Suwarno kini tengah mengembangkan smart garden, yakni berkebun dengan bantuan aplikasi android.

‘’Dengan bantuan teknologi, berkebun menjadi lebih mudah. Tidak perlu datang ke kebun untuk menyirami tanaman pagi atau sore hari. Cukup dengan menyentul tombol aplikasi yang sudah diinstal di smartphone pemilik kebun,’’ kata Isto Suwarno yang dikenal karena produksi bibit kelengkeng unggulnya.

Isto yang mengawali usahanya dengan membiakkan kelengkeng pingpong belasan tahun lalu itu, kini sukses mengembangkan berbagai jenis kelengkang.

Jenis Itoh Super menjadi andalannya karena hasilnya melimpah. Konsumennya mulai dari Sumatera sampai Papua.

Dia menunjukkan instalasi air di kebun kelengkengnya yang luas di Desa Tlogo, Prambanan. Sebagian besar merupakan tabulampot (tanaman buah dalam pot).

Setiap pon dilewati pipa dan diberikan lubang untuk keluar air. Ada ratusan pohon kelengkeng di kebon yang telah menggunakan aplikasi smartphone.

Smart Garden

Caranya cukup mudah, yang pertama harus ada adalah sumber air atau sumur dari pompa air. Kemudian ada alat yang disebut Isto sebagai smart garden yang terhubung dengan aplikasi di smartphone. Alat tersebut memerlukan koneksi wifi, bila tidak ada bisa menggunakan modem.

‘’Bila kita ingin menyiram tanaman, tinggal dipencet tombol yang ada di smartphone saja. Maka air akan mengucur dengan sendirinya. Tentu saja, harus ada koneksi internet yang menghubungkan sistem operasi berbasis aplikasi android dengan alat yang ada di kebun,’’ ujar Isto sambil menunjukkan cara mengoperasikan sistem baru tersebut.

Bersambung…..