Orang Utan Waduk Gajahmungkur Mendapatkan Jodoh

orang-utan-owsa-wgm2
MENURUNKAN SATWA : Petugas menurunkan satwa orang utan dari mobil ke kandang di Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur (OWSA-WGM) Kabupaten Wonogiri, Selasa (17/12). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com- Taman Satwa Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur (OWSA-WGM) Kabupaten Wonogiri menerima seekor orang utan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng, Selasa (17/12). Satwa tersebut dikirim dari Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Surakarta.

Kepala UPT Obyek Wisata Kabupaten Wonogiri, Pardiyanto mengatakan, orang utan bernama Yeti itu sampai di OWSA-WGM sekitar pukul 15.00. “Orang utannya diangkut memakai mobil patroli polisi hutan,” katanya, Rabu (18/12).

Satwa tersebut kemudian dimasukkan dalam satu kandang bersama Jacko, seekor orang utan lain yang telah dipelihara OWSA-WGM. Namun, kandang Yeti dengan Jacko masih diberi sekat terlebih dahulu. “Kami masukkan dalam satu kandang, tapi disekat. Biar kenal dan akrab dulu. Nanti setelah akrab, sekitar dua bulan kemudian, sekatnya akan kami buka,” imbuhnya.

orang-utan-owsa-wgm1

Yeti berumur 23 tahun, sedangkan Jacko berumur 19 tahun. Kedua satwa dilindungi itu masih produktif, sehingga mereka rencananya akan dijodohkan. “Dokter hewannya bilang, usia orang utan itu sama dengan manusia. Sehingga orang utan umur segitu masih produktif,” terangnya.

Jacko, orang utan yang jantan sebelumnya telah dipelihara OWSA-WGM sejak beberapa tahun lalu. Kedatangan Yeti yang berjenis kelamin betina membuat Jacko terlihat bersemangat karena birahi. “Jacko tambah giras,” terangnya.

Pardiyanto menerangkan, perawatan Yeti dan Jacko tidak banyak perbedaan. Setiap pekan, keduanya akan mendapatkan dua kali asupan vitamin. “Perawatannya sama. Buah-buahan yang dimakan juga sama,” katanya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun