Candi Sojiwan dan Plaosan Klaten Ternyata Tak Gratis, Ini Alasanya

candi-plaosan-klaten
PAPAN LAPOR: Papan tarif baru dipasang di pintu masuk Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Wisatawan yang akan mengunjungi candi Plaosan dan Sojiwan di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten saat ini bisa tersenyum lega sebab masih gratis. Namun mulai tahun 2020 akan diberlakukan tarif baru.
Pemberitahuan bakal berlakunya tarif baru itu sudah mulai disosialisasikan dengan memasang papan pengumuman di pintu masuk candi.

Dalam papan pengumuman itu, tarif yang berlaku merujuk pada Perjanjian Kerjasama antara Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI dengan Pemkab Klaten nomor 14029/ H.H1/ KB/ 2019, 14030/ H.H1/ KB/ 2019, 02/ PKS/ Tahun 2019 dan 03/ PKS/ tahun 2019 tentang Pelaksanaan Pelsetarian Situs Cagar Budaya Candi Plaosan dan Candi Sojiwan Kabupaten Klaten.

Dalam papan disebutkan tarif masuk ke Candi Plaosan untuk dewasa sebesar Rp 10.000 per orang, anak-anak Rp 2.000 dan wisatawan asing Rp 50.000. Sedangkan untuk tarif di Candi Sojiwan dewasa Rp 8.000, anak-anak Rp 2.000 dan wisatawan asing Rp 25.000 per orang. Di bawah pengumuman dituliskan berlaku mulai tanggal 1 Januari 2020.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Klaten Wahyu Prasetyo mengatakan saat ini masuk candi masih gratis. Namun karena MoU Pemkab dan BPCB Jateng sudah disetujui pemerintah pusat tarif akan diberlakukan kembali.

” MoU Pemkab dengan BPCB yang berwenang di Candi Plaosan dan Sojiwan sudah disetujui. Sudah ditandatangni Kemendikbud,” jelasnya, Selasa (17/12).

Dengan demikian tarif baru akan diberlakukan dengan tujuan untuk menambah pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata dan pengelolaan objek agar lebih baik.