Komunitas Tanam Pohon dan Lepaskan Satwa di Lereng Merbabu

penanaman-gunung-merbabu

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Upaya menjaga alam terus dilakukan kelompok masyarakat dan jajaran terkait di wilayah Boyolali. Seperti dilakukan pada Sabtu (14/12) di kawasan lereng Gunung Merbabu, Desa Ngagrong, Kecamatan Gladagsari.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Mutiara Abadi Budi Kecamatan Gladagsari ini juga mendapat dukungan langsung jajaran terkait.

Seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat (Dispermasdes) Boyolali, anggota FPDIP DPRD, pecinta alam, TNI-Polri dan masyarakat setempat serta para siswa SD setempat. Kegiatan berupa penanaman bibit pohon, penebaran benih dan pelepasan satwa.

Pohon yang ditanam antara lain, mangga dan duwet serta benih atau biji lamtoro. Penanaman pohon selain dikawasan Dukuh Ngagrong, lebih diutamakan di kawasan hutan lereng Merbabu yang terbakar beberapa waktu lalu.

Ketua panitia, Budi Nuryanto menjelaskan, kegiatan penanaman pohon dan pelepasan satwa dimaksudkan untuk menyelamatkan kawasan hutan Merbabu. Mengingat hutan memiliki fungsi penting untuk menjaga ekosistem secara keseluruhan.

“Hutan Merbabu sempat mengalami kerusakan akibat dampak kebakaran beberapa waktu lalu,” katanya.

Untuk itu, pihaknya turut melakukan penanaman aneka pohon sebagai pengganti tanaman yang mati atau rusak. Hal itu sekaligus agar satwa tidak kekurangan makanan nantinya sehingga tidak turun ke kawasan pemukiman.

“Saat kebakaran lalu, sempat ada hewan yang turun mencari makan. Namun hewan jenis kijang itu malah diburu penduduk.”

Penanaman pohon juga bertujuan untuk menjaga agar tanah tidak longsor. Akar tanaman juga berfungsi untuk menyerap air hujan sehingga air tersimpan di dalam tanah. Air ini akan keluar dalam bentuk mata air yang dibutuhkan penduduk.

“Kegiatan ini mendapat dukungan tak hanya dari lembaga, namun juga perorangan dengan menyumbang bibit pohon maupun uang.”

Kepala Dispermasdes Boyolali, Purwanto menyambut positif kegiatan tersebut. DIharapkan, kegiatan penanaman pohon bisa menular ke kelompok masyarakat lain untuk berbuat serupa. Sekaligus mau menjaga kelestarian lingkungan.

Pihaknya juga mendorong agar pemerintah desa dikawasan lereng Merbabu dan Merapi untuk menerbitkan Perdes larangan berburu binatang. Larangan juga mengatur sanksi atau denda bagi para pelakunya.

“Misal, jika menemnak seekor burung maka pelaku didenda untuk mengganti burung sejenis. Atau mengganti dengan denda berupa uang.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun