Sensasional, Jemparingan Bisa Jadi Ikon Kota

dandim-cup-jemparingan1
SERAHKAN PIALA : Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Wiyata Sempana Aji menyerahkan piagam dan penghargaan kepada pemenang Dandim Cup Gladhen Ageng Jemparingan. (suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Jumlah peserta Kompetisi panahan tradisional (jemparingan) Dandim Cup Gladhen Ageng Jemparingan yang mencapai setengah juta orang menjadikan kegiatan Kodim 0735/Surakarta, Minggu (8/12) bisa salah satu menjadi ajang olahraga tradisional yang sensasional.

Hal itu disampaikan Humas Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Surakarta, Anang Syaifudin kepada Suara Merdeka di sela-sela kompetisi jemparingan dihelat, Minggu (8/12) di Benteng Vastenburg Surakarta.
Menurutnya, sebagai warga Solo, event Gladhen Ageng Jemparingan kali ini luar bisa. ke depan bisa dijadikan agenda rutin tahunan karena ini sangat mampu sekali untuk mengenalkan budaya Mataraman, yaitu jemparingan.

Baca : Kodim 0735/Surakarta Gelar Acara Penerimaan Anggota Baru, Ini Maksudnya

dandim-cup-jemparingan4

“Selain itu, sangat bisa untuk menjadi destinasi wisata baru,” tuturnya.

Pada kegiatan panahan tradisional itu tercatat ada 72 paguyuban memanah yang datang dengan mengirimkan pemanah yang totalnya mencapai 515 orang.
Asal paguyuban pemanah ini berasal dari Bali, Madura, Jatim, Yogyakarta, Jateng dan Solo Raya.

“Ya diharapkan kompetisi jemparingan ini bisa menjadi wisata baru di Kota Solo,” imbuhnya.

Salah satu peserta asal Bali, I Gusti Sukmayanti memberikan apresiasi atas kegiatan itu. Ajang Dandim Cup Gladhen Ageng Jemparingan ini merupakan keikutsertaannya yang perdana.

“Saya baru pertama kali turun di lomba ini dan mengasyikan,” katanya.

Baca : 15 Ribu Peserta Bakal Ikuti Airforce 3 Fun 3

Sukmayanti menyampaikan kompetisi semacam ini sangat bagus di gelar di Solo. Selain para pesertanya ramah, dan tantangan saat lomba. Di luar kompetisi ini, dia juga ingin menikmati wisata Solo.

Sementara itu, Komandan Kodim 0735/Surakarta, Letkol Inf Wiyata Sempana Aji mengungkapkan, kegiatan diadakan dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD setiap 15 Desember merupakan acara kali pertama dan diharapkan menjadi agenda

rutin tahunan.

“Kegiatan ini selain memperingati Hari Juang TNI AD, juga guna melestarikan olahraga tradisional yang cukup banyak peminatnya. Diharapkan mampu menjadi destinasi wisata baru di Kota Solo,” terangnya.
Dandim menambahkan, olahraga jemparingan selain memilki banyak peminat juga mempunyai filosofi Jawa kental. (Budi Santoso)

Baca : Angkat Kuliner Lokal, The Sunan Hotel Gelar Festival Makanan Tradisional

dandim-cup-jemparingan2

Pemenang Jemparingan Dandim Cup Gladhen Ageng Jemparingan

Titis Dewas Putra

  1. 1.Aswin (SIPAS)
  2. Ableh (SIPAS)
  3. Andri (Kridhosenopati)

Titis Dewasa Putri

  1. Sugiyarti (JWSN)
  2. Nining
  3. Shopi (Jkobar)

Titis Anak-anak Putra

  1. Riski (Kridhosenopati)
  2. Ghozi (JBS)
  3. Aldi Atmoko (KANWA)

Titis Anak-anak Putri

  1. Celsi (Kridhosenopati)
  2. Mutiah (Surya Bhirawa)
  3. Aza (JWSN)

Sumber : Kodim 073/Surakarta

Baca : Abolpistuk, Inovasi Memanfaatkan Bonggol Pisang

Data Peserta Dandim Cup Gladhen Ageng Jemparingan 2019

A. YOGYA

  1. Hantu Maut – Pujokusuman Yogya
  2. Langenastro – Langenastran Yogya
  3. GJS – Siliran Yogya
  4. Budyawarastatama (BWT) – Pakualaman Yogya
  5. Surya Warastra – PDM Kota Yogya
  6. Suryastrawara – PWM Gedongkuning Yogya
  7. Hanacara – Gadongkiwo Yogya
  8. Pajagan – Ngayogyakarta
  9. Gandewa Mataram
  10. Tukangan01 – SMK Muh. 2 Yogyakarta

B. SLEMAN

  1. JP Bro – Bromonilan Sleman
  2. JP Surogeni – Sorogenen Sleman
  3. Marto – Gamping Sleman
  4. JCC – Condongcatur Sleman
  5. PJP – Prambanan Sleman
  6. Sambisena – Sambilegi Sleman
  7. Jaluwasi Atmajaya – Babarsari Sleman
  8. Brothodiningrat – Jombor Sleman
  9. Jatra – Sleman
  10. Estoe Mijil – Randu Gunting Sleman
  11. JRS – Kalasan Sleman
  12. Melati Langit – Mlati Sleman
  13. Lembah Manah – UII Sleman
  14. PringGama UGM Sleman

C. BANTUL

  1. PPGA – Ngrame Bantul
  2. Parikesit – Cungkuk Bantul
  3. Gajah Siraman – Tirtonirmolo Bantul
  4. Kobra D Kalman – Patok Negoro Bantul
  5. Kridhowarastro – Bantul
  6. Manunggal Jati – Sedayu Bantul
  7. Panggungharjo – Sewon Bantul
  8. Batara Archery – Bantul

D. KULONPROGO

  1. Langenprogo – Pengasih Kulonprogo
  2. Tunjungan – Pengasih Kulonprogo
  3. Wonopati – Sentolo Kulonprogo
  4. Damar Langit – Pengasih Kulonprogo

E. SURAKARTA

  1. Sipas – Sriwedari
  2. JBS – Mojo Solo
  3. STB – Semanggi
  4. Janur Mojo – Mojosongo
  5. Jkobar – kota barat Solo
  6. SMP Negeri 11- Mojo Solo
  7. Kridohasto – solo

F. SUKOHARJO

  1. Jogoboyo – gayam skh
  2. Sangga – gayam skh
  3. Kanwa – Bulakan skh
  4. Sekar – Bulu skh
  5. Rospring – Sidorejo skh
  6. Nolo Wening – Banaran skh
  7. HW – Polokarto
  8. El Badr – Polokarto
  9. WIIS – Sukoharjo
  10. PDHD – Gentan Skh
  11. Tajem – Tanjung Anom skh
  12. Joglo Archery – cemani skh
  13. Darul Huda Archery – Baki skh
  14. SB Archery – Bekonang skh
  15. Roso Budoyo – Telukan skh

G. WONOGIRI

  1. Sambernyawa – Wonogiri
  2. Al Jawi – mbatu
  3. Joyo Pangrawit – Wuryantoro

H. KLATEN

  1. Ababil – Wonosari
  2. Kridobushoro
  3. Krido Puri Hutomo – Wedi
  4. Krido Senopati – Wedi
  5. PJKM – Wedi
  6. Surya Bhirawa
  7. Ya Qowiyu – Jatinom

I. KARANGAANYAR

  1. Putro Pringgodani – Tawangmangu
  2. Pakuwojo – Mojosongo Karanganyar

J. Sragen

  1. As saadad – Gemolong

K. Boyolali

  1. Merapi Archery – Dragan Boyolali
    2.

L. BALI

  1. PATRASIPALA

M. Bangkalan Madura

  1. Songgo Sukmo

N. Surabaya

  1. Paser Suro

Editor : Sri Hartanto