Reny Widyawati Banting Setir

figur-reny
FOTO DIRI : Reny Widyawati, mantan anggota DPRD Kota Surakarta suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)

LIMA Belas tahun sudah Reny Widyawati berkecimpung di bidang politik dan menjadi anggota legislatif. Tiga periode wanita berparas manis itu duduk menjadi anggota DPRD Kota Surakarta.

Namun pada periode ini, wanita itu gagal. Dibalik kegagalannya, Reny justru mengaku memeroleh berkah yakni bisa kembali menekuni bisnis lama yang sempat ditekuninya yakni usaha di bidang kuliner. Wanita lulusan Jurusan Food and Beverage Unoversitas Sahid Jakarta ini sejak setengah tahun terakhir memilih membesarkan usaha kateringnya. Jika sebelumnya hanya berkutat ada usaha pembuatan roti dan kue, Reny kini melebarkan sayap dengan melayani pemesanan katering dalam skala kecil dan besar.

Baca : Gerakan Nasi Bungkus Jumat Berkah

 “Sebelum jadi anggota legislatif saya punya bisnis temat makan di salah satu mal. Saat jadi anggota legislatif, saya juga masih bisnis warung makan yng dijalankan kepercayaan saya. Sekarang setelah purna menjadi anggota legislatif, saya malah membesaekan aneka bisnis kuliner saya ini,” katanya.Reny mengaku jika sektor pangan merupakan bisnis empuk.

Menurutnya bukan sesuatu yang sulit untuk mengembangkan kuliner, apalagi jika seperti dirinya yang juga hobi memasak. Dengan bekal jaringan yang luas dan upaya terbaiknya dalam melayani klien, lmbat laun katering Reny mulai dipercaya dan mendapat banyak pesanan.Pada hari dimana biasanya orang orang berlibur, Reny justru asik memenuhi pesanan kateringnya.Reny yang nemiliki tiga generasi.

Baca : Heboh, Masjid Di Tengah Hutan Di Bontoloe Gowa, Ini Penjelasannya

“Bisnis katering ini membutuhkan konsentrasi tinggi karena jika tidak akan miah sekali dikomplain konsumen,” paparnya.

 Reny mengaku tidak malu dan gengsi menjalankan bisnisnya itu. Ia tak ragu terjun sendiri ke pasar untuk memastikan harga dan pasokan komoditas terpenuhi. Ia berprinsip harus tahu sendiri semua proses dan paham perhitungan porsi makan. Termasuk harga komoditas bahan baku, harga jual makanan, harga sewa alat, dan bisa menakar pesenan makanan. (Evie K).

Baca : Bangga Solo Miliki Tol

Editor : Budi Sarmun