Kidspreneur Tanaman Hidroponik, Upaya Ketahanan Pangan Di Sekolah

tim-pengabdian-feb-uns1

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS menginisiasi munculnya jiwa kewirausahawan di usia belia atau kidspreneur. Kemampuan itu tidak hanya diperlukan di sekolah formal, tetapi juga pada anak-anak Sekolah TK di Kabupaten Sukoharjo. Upaya tersebut tentu melibatkan pengelola sekolah, supaya membiasakan anak-anak melakukan aktivitas yang kreatif sejak dini.

Program tersebut diketuai Nurul Istiqomah MSi, beserta sejumlah anggota. Yaitu Drs Kresno Sarosa Pribadi MEc, Dra Nunung Sri Mulyani ME, Dr Izza Mafruhah, SE, MSi, dan Dewi Ismoyowati MEcDev. Mereka tergabung dalam Riset Grup Green Economy and Suistainable Develeopment.

Baca : Kasus Perceraian di Sragen Tertinggi di Solo Raya, Masalah Ekonomi Faktor Terbesar

Dalam program tersebut, tim memilih memberikan pelatihan budidaya tanaman sayur dengan sistem hidroponik.

“Sistem ini dipilih dengan pertimbangan tidak membutuhkan lahan yang luas, serta mudah dikerjakan. Sementara dari sisi biaya untuk memulainya juga terbilang murah. Jika berhasil, maka upaya ini bisa menjadi salah satu sumber pangan, sekaligus sumber asupan untuk sekolah dengan makanan organik yang lebih sehat dan bergizi,” jelas Nurul Istiqomah dalam siaran pers yang diterima suaramerdekasolo.com, belum lama ini.

Pelatihan tersebut digelar mulai Maret hingga medio November 2019. Pelatihan tersebut melibatkan seluruh Sekolah Paud dan TK di Kabupaten Sukoharjo.

tim-pengabdian-feb-uns2

Baca : Di Pasar Kalipilang, Pengunjung Dimanjakan Jajanan Tradisional Tempo Dulu

Tim berharap usai pelatihan, anak-anak dan guru bisa mengembangkan sayuran hidroponik. Baik dari sisi kuantitas produk maupun varian sayurnya. Hal ini mengingat peluang pasar untuk makanan sehat masih terbuka lebar.

“Tim juga berharap, sistem tersebut juga bisa disosialisasikan pada warga sekitar sekolah. Selain membentuk lingkungan hijau, uapaya tersebut sekaligus dapat menumbuhkan kemandirian rumah tangga dalam budidaya sayuran.”(*)

Baca : Ribuan Masyarakat Ikuti Makan Tahu Massal, Festival Kampung Tahu Ngabeyan

Editor : Budi Sarmun