Tanding di IMSO Vietnam, Keysa Raih Perak

Keysa-Dhiandra-Prabowo
BERSAMA ORANG TUA: Keysa Dhiandra Prabowo bersama orang tuanya, saat datang di sekolah seusai mengikuti ajang IMSO 2019 di Vietnam, pada 26 November-1 Desember.(suaramerdekasolo.com/Basuni Hariwoto)

PRESTASI membanggakan ditorehkan Keysa Dhiandra Prabowo, siswa kelas 6 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Az Zahra Sragen. Pelajar asli Sragen ini meraih medali perak di ajang 16th International Mathematics and Science Olimpiade (IMSO) 2019 yang digelar di Vietnam pada 26 November-1 Desember lalu.

Keysa mengatakan, IMSO yang digelar setiap tahun itu diikuti 22 negara dari berbagai benua, seperti dari Asia Tenggara, Tiongkok hingga Amerika Serikat. Lomba sendiri digelar selama dua hari. Dimana pada hari pertama mengerjakan dua tahap tes, yakni tes pilihan ganda serta tes uraian serta isian singkat. Sementara di hari kedua diharuskan melakukan eksperimen biologi dan fisika. Semua tes juga dalam bahasa Inggris.

Baca : Berjuang Wujudkan Kemandirian Penyandang Disabilitas

“Eksperimen fisika saya tentang mengukur tegangan minimal untuk menyalakan lampu LED. Di biologi membuat klasifikasi hewan binatang laut,” tuturnya.

Di ajang IMSO di negeri Paman Ho itu, lomba digelar selama dua hari dan pesaing terberat dari Tiongkok, Singapura, Amerika Serikat, India dan Vietnam. Keysa mengaku di rumah hanya belajar sekitar satu jam, karena setiap hari sudah ada pembinaan dari sekolah. Di ajang itu tim Indonesia 1 meraih 11 perak dan 11 perunggu dan Indonesia 1 meraih 1 perak 13 perunggu.

Putri pasangan Wahyu Dwi Prabowo (41) dan Adini (38), persiapan dirinya mengikuti lomba seperti itu sudah dimulai di sekolah sejak dirinya kelas 3. Saat itu dia ikut tes dua bidang studi, yakni IPA dengan hasil nilai 95 dan Matematika dengan nilai 75.

“Karena dapat nilai lebih tinggi, saya memilih menekuni IPA,” katanya.

Membanggakan

Setelah itu sejak kelas 5 dirinya secara intensif mendapat bimbingan dari tim khusus olimpiade dari sekolah dan rutin mengikuti lomba olimpiade IPA. Mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.

Baca : Kreatif, SMK 1 Pracimantoro Wonogiri Ciptakan Parabola Dari Wajan