DBHCHT Wonogiri Dimanfaatkan di Bidang Kesehatan

DBHCHT-wonogiri
MEMBERI PEMBINAAN : Petugas memberi pembinaan kepada ibu dan anak di Posyandu Lingkungan Salak, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk Kabupaten Wonogiri juga dimanfaatkan di bidang kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten tersebut tahun 2019 ini menerima DBHCHT sebesar Rp 4.286.732.800.

Kepala Dinkes Kabupaten Wonogiri, Adhi Dharma melalui Sekretaris Dinkes, Antin Endah menerangkan, dana tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan. “DBHCHT di Dinkes Wonogiri tahun ini Rp 4.286.732.800,” kata Antin, Selasa (3/12).

Kegiatan tersebut antara lain pengadaan peralatan dan perbekalan kesehatan yang menelan biaya sebesar Rp 1.021.240.000. “Itu termasuk untuk pengadaan obat generik,” imbuhnya.

Baca : Kasus Perceraian di Sragen Tertinggi di Solo Raya, Masalah Ekonomi Faktor Terbesar

Pihaknya juga menggunakan DBHCHT untuk penanggulangan balita gizi buruk. Upaya penanggulangan balita gizi buruk dilakukan dengan peningkatan kapasitas konselor Air Susu Ibu (ASI), pemberian tablet penambah darah, sosialisasi tentang gizi, serta pertemuan dan pembinaan kader Posyandu.

Selain itu, DBHCHT dimanfaatkan guna penanggulangan penyakit TBC, penguatan kelembagaan dalam penanggulangan HIV/Aids, pelayanan kesehatan balita, peningkatan kesehatan anak dan ibu melahirkan, pelacakan kasus kematian ibu, bayi dan balita, pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Krandegan di Kecamatan Bulukerto, peningkatan kapasitas laboratorium untuk pengawasan makanan minuman dan kualitas lingkungan, serta pelayanan kesehatan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) non-Jaminan Kesehatan Nasional (non-JKN).

Baca : Berjuang Wujudkan Kemandirian Penyandang Disabilitas

Penggunaan dana paling banyak adalah kegiatan pelayanan kesehatan Jamkesda non-JKN yang mencapai Rp 1.743.045.000. Terbanyak ke dua yakni pengadaan peralatan dan perbekalan kesehatan yang mencapai Rp 1.021.240.000. “Kalau pembangunan Pustu dananya sekitar Rp 300 juta,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, DBHCHT yang diterima Dinkes Kabupaten Wonogiri sedikit menurun dibandingkan dengan tahun 2018 lalu. Tahun 2018 lalu, pihaknya menerima DBHCHT dengan pagu sebesar Rp 4.477.326.175. (Khalid Yogi)

Baca : Heboh, Masjid Di Tengah Hutan Di Bontoloe Gowa, Ini Penjelasannya

Editor : Budi Sarmun