Mahasiswa USB Kreasikan Masker Daun Kelor dan Rempah

produk-kecantikan-mahasiswa-usb
PRODUK KECANTIKAN: Mahasiswa USB dan dosen pembimbing bersama produk kecantikan berupa masker, sabun wajah dan air mawar hasil kreasi mereka. Atas kreativitas itu, mereka berhasil menyabet prestasi di Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia Award 2019. (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Berawal dari keinginan agar Kota Solo memiliki brand kecantikan khas, para mahasiswa Universitas Setia Budi (USB) Surakarta mulai mengembangkan perawatan kulit berbahan rempah khas Kota Bengawan.

Sejumlah mahasiswa di bawah bimbingan dosen pembimbing Finisha Mahaestri itu mencoba mengkreasikan daun kelor yang kaya manfaat dengan sejumlah rempah rempah seperti kayu secang, temu giring, kunyit, kayu manis dan bidara laut.

Rempah rempah tersebut mereka proses menjadi masker kaya manfaat untuk kecantikan kulit.

Masker buatan para mahasiswa tersebut diolah dari 100 persen dari bahan alami tanpa zat kimiawi termasuk pengawet.

“Masker tersebut berbentuk serbuk yang penggunaannya dicampur dengan air mawar. Masker alami itu bisa bertahan hingga enam bulan meskipun tanpa zat pengawet,” kata Ketua Tim mahasiswa Desi Ristiyanasari (S1 Manajemen).

Tak hanya masker, mereka juga menciptakan air mawar murni untuk mencampur masker dan sabun wajah.

Semua produk mereka terbuat dari bahan organik alami dan tidak menggunakan pengawet sama sekali.

Tim mahasiswa USB tersebut terdiri dari 5 orang yang diketuai oleh Desi Ristiyanasari (S1 Manajemen), beranggotakan Azizah Febri Rahmawati (S1 Manajemen), Rahmad Akbar (S1 Manajemen), Aldila Putri Gita Rizki (D3 Analis Kimia), Firda Ayu Zakia (S1 Akuntansi) yang mengembangkan masker organik dengan merk NOOR (Natural Organic On Radiant) tersebut.

Dengan adanya masker organik tersebut, para mahadiswa berharap Solo bisa seperti Bali yang memiliki produk kecantikan khas pulau dewata dari aneka bunga bunga kaya manfaat.

“Jika di Bali berbagai jenis bunga yang dingkat menjadi kosmetik khas, di sini kami ingin rempah rempah yang menjadi bahan utamanya,” kata Ketua tim, Desi.

Desi mengatakan bahwa Masker NOOR (Natural Organic On Radiant) adalah sebuah usaha yang memiliki Noble Purpose yakni mengoptimalkan nilai guna rempah khas Indonesia sebagai bahan baku pembuatan masker organik yang berkhasiat bagi kesehatan kulit dan ramah lingkungan.

Salah satu alasan yang akhirnya memicu ide bisnis ini adalah banyaknya masyarakat yang kurang mengetahui manfaat tanaman dan rempah Indonesia seperti daun kelor, kayu secang, temu giring, kunyit, kayu manis dan bidara laut bagi kesehatan kulit.

Inovasi

Kurangnya pengetahuan terkait manfaat tersebut mengakibatkan banyak masyarakat yang cenderung menggunakan kosmetik berbahan kimia

Sebagai bentuk pengembangan dari masker, lanjutnya, mereka juga membuat inovasi produk berupa sabun yang berbahan dasar alami antara lain ekstrak daun kelor, beras putih, arang aktif, coklat dan lidah buaya.
Atas kreasi inovasinya, mahasiswa USB ini berhasil menyabet Juara Harapan Wirausaha Terbaik untuk Kategori Industri Produksi/Budidaya dalam ajang. Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia Award 2019 yng digelar belum lama ini. (Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun