Kreatif, SMK 1 Pracimantoro Wonogiri Ciptakan Parabola Dari Wajan

parabola-wajan-smk-1-pracimantoro
PARABOLA WAJAN : Guru dan murid SMK 1 Pracimantoro memperlihatkan antena parabola yang terbuat dari wajan saat pameran di Museum Karst Indonesia, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Para siswa SMK 1 Pracimantoro kini berkreasi dengan membuat antena parabola dari wajan. Antena parabola wajan itu diharapkan menjadi solusi praktis dan murah untuk daerah-daerah yang tidak bisa menggunakan antena biasa.

Rohmat Fathoni, guru Produksi Teknik Komputer Jaringan SMK 1 Pracimantoro mengungkapkan, beberapa lokasi di Kecamatan Pracimantoro tidak bisa menangkap sinyal televisi jika hanya menggunakan antena biasa. Sebagian dari mereka terpaksa menggunakan antena parabola agar bisa menikmati siaran televisi.

Namun, ukuran antena parabola yang besar menjadi kurang praktis. Oleh karenanya, sekolah tersebut mencoba membuat antena parabola dari wajan. “Kami memakai wajan karena lebih murah dan ukurannya kecil,” katanya saat mengikuti pameran di halaman Museum Karst Indonesia, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini.

Wajan tersebut dirangkai dengan komponen-komponen lainnya. Seperti Low Noise Block (LNB) untuk menangkap sinyal dari satelit Ku-Band, kabel, dan receiver. “Komponennya bisa dibeli di toko-toko elektronik maupun lewat online,” terangnya.

Setelah jadi, antena parabola mini itu bisa dipasang di tempat terbuka. Tidak harus dipasang di atas genting, di halaman rumah pun bisa, asalkan tidak ada benda yang menghalangi parabola mini tersebut. “Bentuknya kecil, sehingga praktis dan ringan,” katanya.

Selain itu, harganya murah karena hanya terbuat dari wajan. Mereka telah menjual beberapa unit parabola mini tersebut dengan harga hanya Rp 400.000 per unit. “Kami menjual kalau ada yang pesan. Parabola mini ini ada juga yang sudah dipasang di sekolah dan hotel,” imbuhnya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun