Pemprov Kucurkan Rp 8,2 M Untuk Kembangkan Rawa Jombor

rawa-jombor-klaten
AIR SURUT : Air di Rawa Jombor Klaten surut di musim kemarau ini, sehingga sebagian dasar rawa mengering ditumbuhi rumput. Keramba pun tak lagi mengapung.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

*Lokasi Pemindahan Warung Apung Disiapkan

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Tahun 2020 mendatang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8,2 miliar untuk pengembangan kawasan Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten.
‘’Pengembangan kawasan Rawa Jombor akan dilanjutkan dengan anggaran Rp 8,2 miliar. Dana tersebut akan dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemprov Jateng,’’ kata Plt Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Klaten, Wahyu Prasetyo.

Pengembangan dilakukan sesuai master plan yang sudah disepakati, sejak dimulainya rencana pengembangan kawasan tersebut tahun sebelumnya. Anggaran itu termasuk untuk penataan warung apung, pembuatan taman dan kelengkapan lain di komplek rawa seluas 198 hektar itu.

‘’Tahun depan, warung apung akan dinaikkan ke lokasi yang sudah disediakan. Tahun ini, lokasi yang akan ditempati warung apung sedang dipersiapkan dengan pembangunan plasa, pavingisasi dan penyiapan berbagai fasilitas pendukung,’’ kata Wahyu Prasetyo yang juga staf ahli bupati.

Baca : Inilah Urutan Acara Festival Geopark Gunung Sewu di Wonogiri

Penyiapan lokasi pemimdahan warung apung dilakukan dengan anggaran sebesar Rp 881 Juta dari DAK Provinsi Jawa Tengah tahun 2019. Senin (18/11) lalu, peletakan batu pertama pembangunan kawasan tersebut telah dilakukan oleh Gubernur Ganjar Pranowo bersamaan dengan cara Jambore Komunitas Peduli Sungai.

Diharapkan, pembangunan plasa dan pavingisasi bisa selesai tepat waktu, sehingga rencana penataan warung apung bisa segera dilakukan tahun 2020 mendatang. Selain pemindahan warung apung, akan dibangun taman-taman yang akan mempercantik kawasan tersebut.

Di musim kemarau yang cukup panjang ini, debit air Rawa Jombor mengalami menyusutan yang cukup signifikan. Dasar rawa di sebagian besar tepi terlihat, bahkan sudah ditumbuhi rumput dan tanaman perdu sehingga banyak orang mencari rumput di sana.

Baca : Waduk Baran Berpotensi Jadi Wisata Unggulan Wonogiri

Keramba yang biasanya mengapung pun sebagian menempel di dasar rawa. Kondisi air di sekitar warung apung pun menyusut dan berwarna hijau. Sampah di dasar rawa pun terlihat menyembul ke permukaan, sehingga mengurangi kecantikan rawa. Hal itu sangat berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan ke Rawa Jombor.
‘’Memang bila kondisi kemarau seperti sekarang ini, dekit air rawa jauh berkurang. Tentu saja ini sangat mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke rawa. Namun, hal ini justru dimanfaatkan para pemancing untuk mencari ikan,’’ ujar Wahyu Prasetyo.

Memang di sekeliling rawa banyak terdapat pemancing yang sedang menunggu umpannya dimakan ikan. Ada yang menggunakan gethek untuk mencari ikan di lokasi yang masih berair cukup banyak. Di sisi timur dan selatan, banyak anak bermain layangan di dasar rawa yang mengering.(Merawati Sunantri)

Baca : Taman Warna-Warni, Tepian Sungai Jumok Karanganyar Tak Lagi Kumuh

Editor : Budi Sarmun