Siswa SMK 1 Wonogiri Bikin Sabun Cuci Piring, Setahun Laku 20.000 Botol

sabun-smk-1-wonogiri
SABUN CUCI : Para siswa SMK 1 Wonogiri memperlihatkan sabun pencuci piring hasil karya mereka di Alun-alun Kabupaten Wonogiri, Senin (18/11). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Para siswa SMK 1 Wonogiri menciptakan beberapa produk dalam mata pelajaran Produk Kreatif Kewirausahaan. Mereka membuat sabun detergen cair, pewangi pakaian, pembersih lantai, dan sabun cuci piring. Sabun cuci piring menjadi karya primadona sekolah tersebut.

Rusdi Hariyanto, guru mata pelajaran Produk Kreatif Kewirausahaan mengungkapkan, masing-masing siswa diminta membuat 10 botol sabun cuci piring setiap praktik mata pelajaran tersebut. “Pembuatan sabun cuci piring dikerjakan berkelompok yang beranggotakan dua orang dan wajib membuat 20 botol. Dalam satu kali praktik produksi, seluruh siswa kami bisa membuat sekitar 4.000 botol sabun cuci piring,” katanya saat mengikuti pameran di Alun-alun Kabupaten Wonogiri, Senin (18/11).

Baca : Beri Ruang Kreasi pada Kaum Muda, Dalam Rangka Hari Jadi ke-102 Karanganyar

Pihak sekolah menyediakan bahan-bahan pembuatannya. Antara lain berupa sodium lauryl ether sulfate (SLES) Texapon, cyclohexanediamine tetraacetic acid (CDTA), camperland, cocamidopropyl betaine (CAPB), pewangi, dan pewarna.

“Bahan-bahannya kami beli dari toko kimia di Solo. Untuk membeli itu harus ada surat dari kepala sekolah, mungkin karena khawatir disalahgunakan. Biaya pembelian bahan baku untuk membuat 4.000 botol sabun cuci piring bisa mencapai Rp 20 juta,” terangnya.

Selanjutnya, para siswa meramu bahan-bahan tersebut hingga menjadi sabun cuci piring. Ada dua aroma, yakni jeruk nipis dan lemon. Sedangkan warnanya hijau, kuning, oranye, dan merah muda.

Baca : Kodim 0735/Surakarta Gelar Acara Penerimaan Anggota Baru, Ini Maksudnya

Setelah selesai membuat, para siswa praktik kewirausahaan dengan menjual produk yang mereka buat. “Penjualan dilakukan di lingkungan sekolah dan dibawa pulang untuk dijual di tempat tinggal masing-masing,” terangnya.

Mereka menjualnya seharga Rp 8.000 per botol atau Rp 15.000 untuk dua botol. Dalam setahun, para siswa bisa menjual 20.000 botol. Hasil penjualan dikembalikan ke sekolah. Meski demikian, siswa diperbolehkan menjual di atas harga tersebut, sehingga mereka dapat mengambil keuntungan. “Ada yang menjual Rp 10.000-12.000 per botol,” ujarnya.

Mereka telah membuat produk tersebut sejak tahun lalu. Hingga semester ke tiga ini, jumlah sabun cuci piring yang terjual telah mencapai 24.000 botol. (Khalid Yogi)

Baca : Prosesi “Pancing Pora” Pada Pernikahan Pemancing Mania

Editor : Budi Sarmun