Kuliner Lokal Bisa Jadi Daya Tarik Wisata

lomba-kreasi-kuliner-karanganyar1
KULINER KHAS : Peserta lomba kreasi kuliner berbahan dasar daging kelinci memperlihatkan kreasinya, di ajang Festival Kuliner Nusantara di area De Tjolomadoe, Kamis (7/11). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Kuliner lokal memiliki kontribusi besar dalam perkembangan sektor pariwisata, sehingga layak untuk dikembangkan dan dikenalkan lebih luas ke khalayak agar lebih dikenal.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Abdullah Azwar Anas, saat membuka Festival Kuliner Nusantara di area parkir timur De Tjolomadoe, Kecamatan Colomadu, Kamis (7/11).

Festival yang diikuti pelaku kuliner se-Solo Raya dan beberapa kabupaten dari luar Provinsi Jateng tersebut, merupakan inisiasi dari Pemkab Karanganyar bersama Apkasi.

Baca : Naik Sepeda, Edi Onthel Kampanyekan Tertib Berlalu Lintas

Baca : Manfaat Saling Tolong Menolong Dalam Kesusahan Dan Penderitaan

Digelar kali pertama dan masuk dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-102 Karanganyar, ada 103 stand kuliner lokal yang mengikuti festival selama empat hari, 7-10 November.

Azwar mengatakan, setiap daerah memiliki kuliner khas, yang menjadi kekayaan daerah untuk bisa dikembangkan sebagai daya tarik wisata. “Seperti Karanganyar ini, punya makanan khas sate kelinci. Ini bisa dikembangkan, lebih dikenalkan ke masyarakat. Kuliner ini potensi, karena ketika investasi turun, namun sektor konsumsi tetap tumbuh,” jelasnya.

Karena itu, Apkasi mendorong daerah-daerah yang memiliki kekayaan kuliner lokal untuk menggelar festival, sebagai sarana promosi.  

“Festival seperti ini, sebagai cara untuk mengkampanyekan produk lokal yang selama ini belum tertampung di pasar besar. Ini cara tepat untuk mempromosikan kuliner khas yang sedang tumbuh,” tutur pria yang juga Bupati Banyuwangi ini.

Organizing Committee Festival Kuliner Nusantara Daryono mengatakan, ada komitmen dari Apkasi dan Pemkab Karanganyar untuk berkontribusi dalam mengembangkan potensi kuliner lokal.
“Ini momentum untuk mempromosikan pariwisata sekaligus budaya, karena kuliner itu di dunia tourism masuk ranah budaya. Di sektor industri kreatif, kuliner masuk tiga besar potensi,” jelasnya.

Rencananya, festival tersebut akan digelar berkelanjutan. Selain untuk mengenalkan potensi kuliner Karanganyar, juga sekaligus potensi di kawasan Solo Raya.
“Kami berharap, dari event semacam ini, kuliner lokal bisa dikenal lebih luas. Baik nasional, maupun internasional. Seperti Korea dan Thailand, kulinernya banyak yang masuk ke Indonesia. Harapan ke depan, kuliner khas Indonesia juga bisa ekspansi ke mancanegara,” imbuhnya.

Baca : Ribuan Masyarakat Ikuti Makan Tahu Massal, Festival Kampung Tahu Ngabeyan

Baca : Penghabisan Tahun, Syariah Hotel Solo Luncurkan Varian Fusion Food

Dalam pembukaan festival, juga digelar lomba kreasi kuliner berbahan dasar daging kelinci. Diikuti ibu-ibu PKK dari 17 kecamatan se-Karanganyar, beragam kreasi menu disajikan. Mulai dari kelinci guling, steak kelinci, hingga bakso daging kelinci.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan, Karanganyar cukup dikenal dengan kuliner sate kelinci. “Nah, ini diangkat lagi. Daging kelinci tidak hanya dijadikan sate, tapi bisa dikreasi menjadi sajian lain. Ini akan menghidupkan berbagai sektor, termasuk peternak kelinci. Usaha mereka bisa ikut berkembang,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

Baca : Kopi Kampeng Hadir Manjakan Penggemar Kopi

Editor : Budi