Taman Warna-Warni, Tepian Sungai Jumok Karanganyar Tak Lagi Kumuh

taman-warna-warni-jumok
TAMAN WARNA-WARNI : Wakil Bupati Rober Christanto (bertopi, berbatik) didampingi Camat Jaten Aji Pratama Heru K (berpeci, berpatik) dan tamu undangan lain meninjau Taman Warna-Warni di Dusun Jumok RT 2-3. RW 8 Desa Jaten, Kecamatan Jaten, Selasa (5/11). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Bantaran Sungai Jumok di wilayah Dusun Jumok RT 2-3. RW 8 Desa Jaten, Kecamatan Jaten, kini tak lagi kumuh. Jika dulu, tepian sungai penuh barongan atau gerumbul bambu yang menyeramkan, juga banyak sampah berserakan, pemandangan itu kini tak terlihat lagi.

Yang ada, bantaran kini cantik. Jalan beton berpaving sepanjang 158 meter, plus talut sepanjang 134 meter, dengan cat warna-warni, terlihat kokoh di tepi sungai. Di beberapa titik, terdapat kursi santai untuk duduk-duduk menikmati suasana.

Hanya dalam waktu empat bulan, tepian sungai berubah wajah. Digarap warga secara swakelola, perubahan wajah itu terjadi setelah Jumok masuk dalam pemetaan wilayah kumuh dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2019. Dana sebesar Rp 1 miliar lebih digelondorkan, untuk penataan wilayah.

Baca : Kolam Baru di Bawah Pesawat, Wahana Baru Edupark

Baca : Ribuan Masyarakat Ikuti Makan Tahu Massal, Festival Kampung Tahu Ngabeyan

Selain digunakan untuk penataan tepian sungai, juga dibangun septictank komunal, agar limbah manusia tak lagi dibuang ke sungai.

Selasa (5/11), area yang kemudian diberi nama Taman Warna-Warni Jumok itu diresmikan. Wakil Bupati Rober Christanto secara simbolis meresmikan taman tersebut, dengan melepas balon warna-warni ke udara. Harapan terpanjat, agar keberadaan taman tersebut membawa berkah bagi masyarakat.

“Ini bisa menjadi tempat rekreasi warga. Berkumpul, bersilaturahmi. Kalau dulu kumuh, tentu tak ada yang mau datang. Sekarang setelah tertata, menjadi indah, ya harus dirawat bersama. Semoga ini bermanfaat, pun bisa menarik wisatawan untuk datang karena keindahannya,” kata Wakil Bupati.

Camat Jaten Aji Pratama Heru K mengapresiasi beberapa warga yang bersedia melepas tanah miliknya, untuk keperluan penataan tepian Sungai Jumok.

“Kegiatan ini sudah melalui survei panjang. Sebab ada beberapa kawasan kumuh di Jaten. Jumok salah satu yang terpilih untuk ditata dan masyarakat mendukung. Semoga ini bisa dikelola dengan baik, membawa berkah, ekonomi masyarakat Jumok bisa meningkat,” tuturnya.

Baca : Potensi Ternak Melimpah : Mulai Digagas, Wisata Ternak di Desa Sukorejo Musuk

Baca : Waterpark Pluneng Ditarget Selesai Desember, Objek Wisata Baru Klaten

Asisten Koordinator Program Kotaku Karanganyar Supriyadi mengatakan, tahun ini ada 8 titik area kumuh yang ditata melalui program Kotaku.
“Total dana yang dikucurkan sebesar Rp 8,5 miliar. Terbagi ke delapan titik, rata-rata Rp 1 miliar. Tergantung luasan kumuh dan pagunya. Hampir semuanya sudah selesai seratus persen. Yang pertama selesai di Jateng,” jelasnya.

Menurutnya, delapan titik yang ditata ditunjuk berdasarkan survei dan memenuhi tujuh indikator kekumuhan.

“Untuk pembenahannya, tergantung kreasi masing-masing. Yang penting ada perubahan wajah. Ada yang dijadikan taman, atau ruang terbuka hijau,” lanjutnya.

Area yang ditata, nantinya menjadi aset milik Kelompok Pengelola Pemanfaat (KPP). Untuk pengelolaannya akan seperti apa, termasuk perawatannya, menjadi tanggung jawab KPP yang berada di bawah pengawasan desa. (Irfan Salafudin)

Baca : Rutan Wonogiri Libatkan 17 Napi, Sulap Lahan Tidur Jadi Agriwisata,

Editor : Budi Sarmun