Waspadai Hipertensi dan Diabetes Melitus

waspada-hipertensi
CEK KESEHATAN : Salah satu tamu undangan di acara Advokasi Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindum PTM) melakukan pemeriksaan darah di pendopo rumah dinas bupati, Senin (4/11). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mewaspadai dua jenis penyakit tidak menular (PTM), yakni hipertensi dan diabetes melitus (DM). Sebab, jumlah penderita dua jenis penyakit tersebut cenderung meningkat.

Kepala DKK Cucuk Heru Kusumo mengatakan, persentase penderita hipertensi mencapai 26 persen dari angka kesakitan secara nasional, sementara penderita DM mencapai 21 persen.

“Kondisi ini sangat mengganggu dan memberikan kontribusi negatif pada tercapainya derajat kesehatan di masyarakat,” katanya, di acara Advokasi Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindum PTM) di pendopo rumah dinas bupati, Senin (4/11).

Di acara itu juga diserahkan 140 unit Posbindu Kit untuk 140 desa/kelurahan, berisi timbangan badan, alat pengukur tekanan darah, serta alat untuk mengecek kadar gula darah, kolesterol dan asam urat.

Cucuk mengatakan, saat dilakukan screening pada 120-an tamu undangan di acara tersebut, diketahui ada 72 orang atau 60 persen yang kolesterolnya di atas nilai ambang normal.

Kemudian penderita hipertensi sebanyak 25 orang atau 20 persen, yang kadar gula darah sewaktunya tinggi sebanyak 20 orang atau 16 persen, sementara yang mengalami asam urat sebanyak 21 orang atau 17 persen.

“Ini gambaran kecil, bagaimana kondisi masyarakat saat ini. Karena itu, perlu pencegahan dan penanggulangan sejak dini, sebelum menjadi masalah yang lebih serius. Menyosialisasikan pola hidup sehat pada masyarakat, agar tidak mengalami hipertensi ataupun DM,” tuturnya.

Sosialisasi itu antara lain dilakukan petugas Posbindum PTM, melalui berbagai cara. Bisa saat ada pertemuan dengan masyarakat, ataupun melalui pos pelayanan terpadu (posyandu) lansia.

“Nah, saat bertemu masyarakat itulah, selain menyosialisasikan pola hidup sehat, petugas juga bisa melakukan screening. Sehingga diketahui, seberapa besar potensi PTM di masyarakat dan bisa dilakukan upaya pencegahan,” jelasnya.

Cucuk mengatakan, PTM seperti hipertensi dan DM lebih disebabkan pola hidup dan pola makan yang kurang baik.
“Terlalu tinggi kadar lemak, tidak mengontrol asupan makanan. Padahal, dampak yang ditimbulkan dari hipertensi ataupun DM bisa signifikan. Hipertensi misalnya, bisa menyebabkan stroke atau gagal ginjal. Jika masyarakat bisa menerapkan pola hidup sehat, bisa memperkecil kemungkinan terserang penyakit tersebut,” imbuhnya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono berharap, petugas Posbindum PTM bisa menyosialisasikan secara intensif potensi PTM di masyarakat.

“Sosialisasikan ke masyarakat. Sampai di tingkat RT, pertemuan RT, tentang pentingnya melakukan gerakan hidup sehat. Sehingga terhindar dari potensi terserang PTM,” tandasnya. (Irfan Salafudin) 

Editor : Budi Sarmun