Presidium Federasi Kartunis Indonesia Dilantik Gubernur Ganjar

MAGELANG,suaramerdekasolo.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didaulat melantik presidium Federasi Kartunis Indonesia (Pakarti) saat berdialog dengan para kartunis di Borobudur Cartoonists Forum 3, Minggu (3/11) di Borobudur Jawa Tengah.

“Mana saya lantik. Kartunis ngga perlu formal formalan,” kata Ganjar.

Mereka yang dilantik Ganjar Pranowo dengan cara dahinya dipegang satu persatu adalah Agoes Aja Jumianto – Ketua (Pakyo), Agus Widodo-Sekjen (Kokkang), Yere Agusto-sekretaris (Balica), Jajak Solo-bendahara1 (Pakarso), Den Dede-bendahara2 (Karaeng), Dhanny Valiandra-anggota (Paitun), McDorri-anggota (Secac).

Ganjar Pranowo dalam dialog sekaligus digambar bersama kartunis mengatakan ingin mengembangkan diplomasi kaos melalui kartun. Tahun lalu ia menantang para kartunis membuat kalender Jawa Tengah dengan kartun dan sudah dilakukan.

“Kira-kira apa kejutan tahun ini dari pak Ganjar,” ujar Lukas Luwarso yang memandu dialog.

Selama ini, kata Ganjar, kaos yang dibuat oleh instasi pemerintah selalu wagu. Pesannya selalu formal. Karena itu, kaos itu umumnya hanya sekali dipakai. Ia kemudian menantang kartunis bikin desain kaos dengan pesan-pesan pemerintah.

“Saya yakin pesan pemerintah dengan kartun akan diterima melenial. Satu contoh saya pernah minta spanduk suatu acara gambar saya dibikin kartun. Ternyata banyak pegawai yang mengatakan gubernur kok kurang berwibawa. Tetapi saya mendengar dari kalangan milenial spanduk Pak Ganjar keren,” ungkap Ganjar.

Tantangan lain untuk kartunis adalah mengajak memopulerkan kota lama Semarang. “Mari bikin acara di kota lama Semarang. Silakan bikin lomba, workshop dan acara lain di sana,” tantang Ganjar.

Angjat Moral Mural

Sanjaya Kuss Indarto mengajak Gubernur Jateng agar memanfaatkan mural untuk penyampaian pesan pemerintah. Mari mengangkat mural yang selama ini dianggap “criminal” menjadi “bermoral”. Mural moral, dengan mural kita bisa mengajak atau berpesan moral. Dengan mural pesan pemerintah akan kian diterima milenial.

Terhadap ajakan ini Ganjar langsung merespon. “Saya pernah punya ide mencorat-coret kantor saya dengan gambar mural. Sebagai langkah awal saya ingin beberapa bidang di kantor saya dilapisi triplek lalu digambar,” paparnya. Satu tema yang mungkin bisa digambar adalah Kalaideskop Jawa Tengah.

Sutanto Mendut mengatakan, “Ganjar adalah gubernur yang “menyimpang.” beruntung Jawa Tengah punya gubernur yang menyimpang seperti dia,” ujarnya disambut tertawa hadirin.

Usai dialog Ganjar Pranowo menerima puluhan gambar dirinya dari kartunis. Seperti pak Tino Sidin, tokoh jadul dalam acara Gemar Menggambar di TVRI Yogyakarta, ia mengatakan, “Bagus..!” tiap menerima kartun. Gambar dibawa pulang dan akan dinilai oleh dirinya dan istri. Hasilnya akan diumumkan kemudian. (*)

Editor : Budi Sarmun