Kenalkan Boyolali Lewat Lagu

kampanye-minum-susu
MINUM SUSU: Rima dan teman- teman kompak mengajak masyarakat gemar minum susu segar disela rilis lagu Alun- alun Boyolali. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com– Seniman Boyolali berupaya mengangkat potensi Boyolali lewat lagu. Seperti dilakukan Ketua Paguyuban Artis Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) Boyolali, Rima Kusuma, dengan merilis lagu berjudul Alun- alun Boyolali.

Lagu ciptaan Andi Zate tersebut dinyanyikan dengan genre atau  versi keroncong. Rilis lagu cukup unik, yaitu dilakukan di bundaran Patung Susu Murni, Sabtu (2/11). Dengan ditemani Bomby Parli dan teman- temannya, Rima yang juga PNS di lingkup Pemkab Boyolali berupaya mengangkat potensi khas berupa susu murni dan Alun- alun Boyolali.

Rilis dilakukan Rima dan teman- temannya dengan menyanyikan lagu tersebut. Setelah itu, Rima juga tak lupa mengajak masyarakat Boyolali gemar minum susu sapi segar. Ajakan juga dilakukan dengan cara membagikan susu kepada pengguna jalan serta pedagang  di depan Pasar Kota Boyolali.

Cerita Cinta

Menurut Rima Kusuma, lirik lagu Alun- alun Boyolali tersebut mengambarkan cerita cinta yang sudah lama terpendam. Lagu yang  diciptakan oleh Andi Zate tersebut dirancang selama tiga bulan.

“Lagu ini bertujuan untuk mengenalkan terhadap masyarakat luas terkait ikon Boyolali berupa susu sapi segar dan Alun- alun Kota Boyolali,” katanya kepada wartawan.

Dijelaskan, kini alun- alun menjadi pusat keramian masyarakat dari pagi hingga siang dan bahkan malam hari. Para penjaja makanan dan pelaku UKM pun menjadikan kawasan alun- alun untuk mengais rejeki.

“Setelah lagu ini kami rilis, secepatnya kami kenalkan secara luas. Baik di Indonesia maupun mancanegara sehingga Boyolali ini semakin dikenal di luar negeri.”

Dengan lagu ini tentunya, diharapkan nama Boyolali akan lebih dikenal masyarakat secara umum di Indonesia serta mancanegara. Yaitu, Boyolali yang aman dan nyaman dan memiliki kekuatan untuk menarik investor guna menanamkan modalnya di Boyolali. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun